Jumat, 15 Mei 2026

Gazprom Drastis Potong Gas ke Eropa Mulai Besok

Penulis : Grace El Dora
26 Jul 2022 | 12:53 WIB
BAGIKAN
Fasilitas pendaratan pipa Nord Stream 1 Laut Baltik dan stasiun transfer pipa gas OPAL, Baltic Sea Pipeline Link, di Lubmin, Jerman pada Kamis 21 Juli 2022. Operator pipa utama dari Rusia ke Eropa mengatakan gas alam mulai mengalir lagi setelah penghentian 10 hari untuk pemeliharaan. (FOTO: AP/Markus Schreiber)
Fasilitas pendaratan pipa Nord Stream 1 Laut Baltik dan stasiun transfer pipa gas OPAL, Baltic Sea Pipeline Link, di Lubmin, Jerman pada Kamis 21 Juli 2022. Operator pipa utama dari Rusia ke Eropa mengatakan gas alam mulai mengalir lagi setelah penghentian 10 hari untuk pemeliharaan. (FOTO: AP/Markus Schreiber)

MOSKOW, investor.id – Gazprom mengatakan pihaknya akan memotong pengiriman gas harian ke Eropa melalui pipa Nord Stream menjadi 33 juta meter kubik per hari mulai Rabu (27/7). Artinya, ada penurunan drastis sekitar 20% dari kapasitas pipa.

Perusahaan mengatakan dalam pernyataan resmi bahwa mereka menghentikan pengoperasian salah satu dari dua turbin yang beroperasi paling akhir karena kondisi teknis mesin.

Pasokan dari stasiun kompresor Portovaya akan dipangkas mulai pukul 07.00 waktu Rusia pada Rabu, kata perusahaan itu.

ADVERTISEMENT

Hingga Selasa (26/7), pemerintah Jerman mengatakan tidak ada pembenaran teknis untuk pengumuman Gazprom.

“Menurut informasi yang kami miliki, tidak ada alasan teknis untuk pengurangan pengiriman," kata juru bicara Kementerian Ekonomi Jerman kepada AFP, Selasa.

Grup Jerman Siemens Energy, yang ditugaskan untuk memelihara turbin, juga mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada AFP bahwa mereka melihat tidak ada hubungan antara turbin dan pemotongan pasokan gas yang telah diterapkan atau diumumkan.

Pengumuman Gazprom muncul setelah pemerintah Rusia pekan lalu memulihkan pasokan gas penting ke Eropa lewat Jerman melalui Nord Stream setelah 10 hari pemeliharaan, tetapi hanya pada 40% dari kapasitas pipa.

Jerman, yang sangat bergantung pada gas Rusia, menuduh pemerintah Rusia menggunakan energi sebagai senjata.

Gazprom memotong aliran ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1 di bawah Laut Baltik dalam beberapa pekan terakhir. Perusahaan menyalahkan tidak adanya turbin gas Siemens yang sedang diperbaiki di Kanada.

Sebelumnya pada Senin (25/7), Gazprom mengatakan telah menerima dokumen terkait dengan keterlambatan pengiriman turbin tetapi menunjukkan sejumlah masalah tetap ada, termasuk yang berkaitan dengan sanksi Uni Eropa (UE) dan Inggris.

Siemens Bantah Argumen Gazprom

Di sisi lain, Siemens membantah argumen tersebut.

“Transportasi turbin dapat segera dimulai. Pihak berwenang Jerman menyediakan semua dokumen yang diperlukan untuk ekspor turbin ke Rusia kepada Siemens Energy pada awal pekan lalu. Gazprom mengetahui hal ini,” kata kelompok Jerman itu.

“Namun, yang hilang adalah dokumen bea cukai untuk impor ke Rusia. Gazprom, sebagai pelanggan, wajib menyediakannya,” tambahnya.

Pertikaian itu terjadi di tengah ketegangan yang mengamuk atas intervensi Rusia di Ukraina. Negara-negara UE menuduh Rusia memeras pasokan sebagai pembalasan atas sanksi Barat atas serangan tersebut.

Para pemimpin UE telah menyarankan agar negara-negara anggota mengurangi permintaan gas Rusia untuk mengamankan stok musim dingin.

Penghentian total impor atau pengurangan tajam aliran dari timur ke barat dapat menimbulkan dampak bencana pada ekonomi Eropa, menutup pabrik-pabrik, dan memaksa rumah tangga untuk mengurangi energi untuk pemanasan.

Sejumlah negara mengatakan mereka menentang rencana UE untuk mengurangi permintaan gas. Pemerintah Polandia pada Senin menyuarakan keberatannya terhadap pengurangan 15% konsumsi gas alam.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 41 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia