Jumat, 15 Mei 2026

Fed Naikkan Suku Bunga 75 Bps Lagi Sesuai Perkiraan

Penulis : Grace El Dora
28 Jul 2022 | 07:36 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve (The Fed) AS Jerome Powell berbicara selama konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di markas Fed pada 27 Juli 2022 di Washington, DC. (FOTO: Drew Angerer/Getty Images/AFP)
Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve (The Fed) AS Jerome Powell berbicara selama konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di markas Fed pada 27 Juli 2022 di Washington, DC. (FOTO: Drew Angerer/Getty Images/AFP)

WASHINGTON, investor.id – Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar tiga perempat poin persentase atau 75 basis poin (bps). Ini menjadi strategi terbaru bank sentral Amerika Serikat (AS) dalam pertempuran untuk meredam tekanan harga yang mengamuk dan menekan keluarga Amerika.

Itu adalah kenaikan agresif kedua berturut-turut dan kenaikan suku bunga keempat tahun ini. Bank sentral bergerak aktif untuk mendinginkan lonjakan inflasi terkuat dalam lebih dari empat dekade, tanpa menggelincirkan ekonomi terbesar di dunia itu.

Sementara The Fed mencatat tanda-tanda bahwa ekonomi AS melambat, itu mengisyaratkan rencana untuk terus meningkatkan biaya pinjaman. Gubernur Fed Jerome Powell menjelaskan ada kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

“Inflasi terlalu tinggi,” kata Powell pada Rabu (27/7). Ia mengatakan, The Fed akan terus menaikkan suku bunga sampai ada bukti kuat bahwa inflasi bergerak kembali ke sasaran 2%.

“Peningkatan luar biasa besar lainnya bisa sesuai (pada pertemuan berikutnya pada September),” lanjut Powell.

Ia menekankan bahwa para gubernur bank sentral AS tidak akan ragu untuk membuat langkah yang lebih besar daripada yang dilakukan hari ini, jika dibenarkan.

Presiden AS Joe Biden menghadapi reaksi politik karena melonjaknya harga. Ia menuduh kondisi ini terutama akibat serangan Rusia ke Ukraina yang membuat harga pangan dan energi global melonjak.

Dalam pemungutan suara yang bulat, tidak seperti keputusan yang dibuat pada Juni 2022, penetapan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Fed menaikkan suku bunga pinjaman acuan ke kisaran 2,25% hingga 2,5%, setelah memulai tahun ini mendekati level nol.

Gubernur Fed mengakui bahwa pada titik tertentu, regulator akan dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga.

Wall Street tampak terhibur oleh komentar Powell, dengan kenaikan solid di ketiga indeks saham utama, termasuk blue chip Dow, yang berakhir dengan kenaikan lebih dari 430 poin.

Tantangan bagi regulator adalah untuk memadamkan inflasi sebelum menjadi berbahaya dan tanpa mengirim ekonomi terbesar dunia ke dalam resesi yang akan bergema di seluruh dunia.

Powell telah menjelaskan bahwa mereka bersedia mengambil risiko penurunan ekonomi. Tetapi ia juga menyatakan keyakinannya bahwa AS dapat menghindari itu dan The Fed dapat merekayasa pendaratan lunak (soft landing), menjinakkan inflasi tanpa menyebabkan resesi.

“Kami mencoba melakukan jumlah yang tepat. Kami tidak mencoba mengalami resesi dan kami pikir kami tidak harus melakukannya,” kata Powell.

Nancy Vanden Houten dari Oxford Economics masih memperkirakan kenaikan suku bunga tiga perempat poin lagi pada pertemuan kebijakan berikutnya. Tetapi setelah itu, katanya, pihaknya mengharapkan The Fed untuk turun ke laju yang lebih lambat dari kenaikan suku bunga 25 bps.

Ekonom lain sekarang menyerukan kenaikan setengah poin persentase yang lebih kecil.

The Fed akan melihat dua rilis data bulanan utama pada saat itu, untuk data pekerjaan dan indeks harga konsumen (CPI).

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia