Jumat, 15 Mei 2026

OPEC+ Perlu Tambah Produksi untuk Dinginkan Pasar, Kata Kazakhstan

Penulis : Grace El Dora
3 Aug 2022 | 16:39 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi soket pompa oli cetak 3D terlihat di depan logo OPEC. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/File Photo)
Ilustrasi soket pompa oli cetak 3D terlihat di depan logo OPEC. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/File Photo)

LONDON, investor.id – Negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+) mungkin harus meningkatkan produksi minyak untuk menghindari pasar yang terlalu panas, kata anggota OPEC+ Kazakhstan pada Rabu (3/8).

Kartel minyak tersebut sedang dalam pertemuan di tengah tekanan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk menambah barel ke pasar, sementara sebagian besar anggota telah kehabisan potensi produksi mereka.

“Kami selalu mengatakan bahwa koridor harga yang disukai adalah US$ 60-80 per barel. Hari ini harganya US$ 100. Jadi kami mungkin harus menaikkan produksi untuk menghindari panas berlebih,” kata Menteri Energi Kazakh Bolat Akchulakov, Rabu.

ADVERTISEMENT

Pasar sebagian besar mengharapkan OPEC+ untuk menjaga produksi tetap stabil atau memilih sedikit peningkatan. Tiga sumber OPEC+ mengatakan pada hari yang sama bahwa mereka masih melihat sedikit peluang untuk perubahan kebijakan produksi, ketika mengomentari pernyataan menteri Kazakh.

Pemerintah AS telah menempatkan para pemimpin OPEC Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) di bawah tekanan agar memompa lebih banyak minyak, untuk membantu mengendalikan harga yang didorong oleh rebound permintaan dan serangan militer Rusia ke Ukraina.

Sanksi AS dan Barat terhadap Rusia telah menyebabkan harga semua jenis energi melonjak. Situasi ini mengakibatkan inflasi pada level tertinggi selama beberapa dekade dan kenaikan suku bunga bank sentral.

OPEC telah meningkatkan produksi sesuai dengan targetnya sekitar 430.000-650.000 barel per hari per bulan dalam beberapa bulan terakhir dan telah menolak beralih ke peningkatan produksi yang lebih besar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 33 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 44 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia