Jumat, 15 Mei 2026

Elon Musk: Tesla Telah Membuat 3 Juta Mobil Lebih

Penulis : Grace El Dora
15 Aug 2022 | 08:13 WIB
BAGIKAN
Elon Musk saat berbicara di fasilitas Starbase SpaceX dekat Desa Boca Chica di Texas Selatan, Amerika Serikat (AS), beberapa waktu lalu. (FOTO: JIM WATSON / AFP)
Elon Musk saat berbicara di fasilitas Starbase SpaceX dekat Desa Boca Chica di Texas Selatan, Amerika Serikat (AS), beberapa waktu lalu. (FOTO: JIM WATSON / AFP)

TEXAS, investor.id – Tesla telah membuat lebih dari tiga juta mobil, unggah CEO Elon Musk di media sosial Twitter, Minggu (14/8). Dari total itu pabrik Tesla di Shanghai, Tiongkok telah membuat satu juta mobil, menurut cuitan tersebut.

“Selamat Giga Shanghai telah membuat mobil kesejuta! Total Tesla sekarang dibuat lebih dari 3 juta,” tulis Musk, Minggu.

Pengumuman Musk disampaikan setelah lockdown berbulan-bulan dengan masalah kekurangan suku cadang di pabrik Tiongkok yang mengancam produksi kendaraan Tesla. Laporan Musk menunjukkan bahwa pabrik Tesla di Shanghai memroduksi sejumlah besar kendaraan baru setelah dibuka pada 2019 dan tahun-tahun investasi berikutnya.

ADVERTISEMENT

Pencapaian total kendaraan yang dirayakan oleh Musk diunggah setelah pengiriman Tesla yang dilaporkan, sebagai perkiraan terdekat untuk angka penjualan, telah meningkat dalam beberapa kuartal terakhir. Pada Juli 2022, Tesla mengatakan bahwa mereka mengirimkan 254.695 unit kendaraan pada kuartal kedua atau naik 26,5% dari tahun ke tahun.

Namun tonggak sejarah itu juga menyoroti betapa kecilnya Tesla dibandingkan dengan raksasa otomotif. Misalnya, Toyota mengirimkan lebih dari 10 juta unit kendaraan pada 2021 saja. Tesla mengatakan awal tahun ini pihaknya berencana untuk meningkatkan pengiriman kendaraan sebesar 50% setiap tahun.

Selain pabriknya di Shanghai, Tesla memroduksi mobil di pabrik Fremont California, Austin Texas, dan dekat Berlin di Jerman. Musk mengatakan pada Juli 2022 bahwa pabrik Fremont, yang adalah pabrik pertama perusahaan, telah membuat 2 juta unit mobil.

Pada Juni 2022, Musk mengatakan dirinya ingin pabrik Shanghai kembali bekerja sesuai target. Ia juga menyesalkan bahwa pabrik Tesla di Berlin dan Austin sebagai tungku uang yang kehilangan miliaran dolar karena rantai pasokan dan masalah produksi.

Saham Tesla turun hampir 25% pada 2022 karena investor telah menilai kembali perusahaan yang tumbuh cepat dalam menghadapi inflasi dan masalah ekonomi makro.

Musk menjual lebih dari 7 juta saham Tesla minggu lalu senilai sekitar US$ 6,88 miliar, karena ia secara bersamaan terikat dalam litigasi atas upayanya mengakhiri perjanjian untuk membeli media sosial Twitter seharga US$ 44 miliar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia