Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi logo Twitter yang dicetak pada 28 April 2022. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration)

Ilustrasi logo Twitter yang dicetak pada 28 April 2022. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration)

Hakim Perintahkan Twitter Berikan Dokumen Perusahaan kepada Elon Musk

Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:02 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

WILMINGTON, investor.id – Twitter Inc. perlu memberikan dokumen kepada Elon Musk berisi data mantan eksekutif Twitter yang menurut Musk adalah tokoh kunci dalam menghitung jumlah akun palsu di platform tersebut, menurut perintah pengadilan pada Selasa (16/8).

Akun bot dan spam di Twitter telah menjadi isu sentral dalam pertarungan hukum mengenai apakah Musk, yang merupakan CEO Tesla Inc., harus menyelesaikan akuisisi senilai US$ 44 miliar dari perusahaan media sosial tersebut.

Baca juga: Elon Musk: Tesla Telah Membuat 3 Juta Mobil Lebih

Twitter diperintahkan untuk mengumpulkan, meninjau, dan membuat dokumen dari mantan Manajer Umum Produk Konsumen Kayvon Beykpour, sesuai dengan perintah dari Kanselir Kathaleen McCormick dari Delaware Court of Chancery.

Twitter dan pengacara Musk, orang terkaya di dunia, tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Beykpour keluar dari Twitter setelah perusahaan media sosial itu setuju pada April 2022 untuk diakuisisi oleh Musk. Ia digambarkan dalam pengajuan pengadilan Musk sebagai salah satu eksekutif yang paling dekat terlibat dalam menentukan jumlah akun spam.

Beykpour tidak segera menanggapi permintaan komentar yang dikirim melalui media sosial karier LinkedIn.

McCormick mengatakan dalam surat perintahnya bahwa dirinya menolak permintaan Musk untuk akses 21 pegawai Twitter lainnya, yang mempunyai kontrol atas informasi relevan.

Tim hukum Musk telah menulis surat kepada McCormick pekan lalu, meminta dia agar memerintahkan Twitter untuk menyerahkan nama pegawai sehingga mereka dapat diinterogasi.

Baca juga: Bermasalah, Johnson & Johnson Berhenti Jual Bedak Bayi Tahun Depan

Musk menuduh Twitter awal bulan ini melakukan penipuan karena salah mengartikan jumlah pengguna aktif nyata di platformnya, yang telah dibantah oleh Twitter.

Perusahaan balik menuduh Musk melanggar perjanjian akuisisi perusahaan dan ingin McCormick memerintahkannya untuk menyelesaikan kesepakatan dengan harga US$ 54,20 per saham.

Saham Twitter ditutup naik 0,5% pada US$ 44,50 per saham pada Senin (Selasa pagi WIB).

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com