Jokowi: Pemerintah Hitung Biaya untuk Pertahankan Harga BBM
JAKARTA, investor.id – Presiden RI Joko Widodo pada Kamis (18/8) mengatakan pemerintahnya sedang menghitung berapa lama lagi dapat menahan kebijakan mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM). Sementara itu gubernur bank sentral mengisyaratkan mempertahankan suku bunga stabil pada tinjauan kebijakan yang akan datang.
Awal pekan ini, Joko Widodo (Jokowi) memberi isyarat bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menaikkan harga BBM. Dia juga berulang kali mengatakan anggaran subsidi energi, yang meningkat tiga kali lipat menjadi Rp 502 triliun (US$ 33,84 miliar) tahun ini, terlalu besar.
“Ini angka yang besar dan kita harus tahu untuk apa: menahan kenaikan inflasi yang tajam. Tapi bisakah (anggaran pendapatan belanja negara) APBN cukup kuat untuk melanjutkan? Kami sedang menghitung,” kata Jokowi dalam rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi, Kamis.
Inflasi di Indonesia ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu naik ke level tertinggi dalam tujuh tahun sebesar 4,94% pada Juli 2022, karena kenaikan harga makanan dan beberapa bahan bakar non subsidi.
Pejabat Bank Indonesia (BI) telah mengecilkan kenaikan tingkat inflasi utama, dengan mengatakan mereka lebih memilih untuk menentukan kebijakan moneter berdasarkan tingkat inflasi inti, yang masih di bawah 3%.
“Untuk sementara kami tidak perlu menaikkan suku bunga karena subsidi dan pengelolaan pangan,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers usai rapat koordinasi. Perry menegaskan bahwa menurutnya tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga.
BI, sebagai salah satu dari sedikit bank sentral Asia yang belum menaikkan suku bunga dari level era pandemi, akan meninjau kebijakan moneternya minggu depan.
Sementara itu, pemerintah yakin inflasi akan melambat dari level tertinggi Juli 2022 berkat pelonggaran harga bahan makanan seperti daging sapi, ayam, gula, bawang merah, dan cabai, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia memrediksi kisaran inflasi 4%-4,8% untuk 2022.
Indonesia juga sedang mempertimbangkan untuk membatasi jumlah orang yang menerima subsidi bahan bakar, kata presiden, dilansir dari Reuters.
Saat ini harga BBM bersubsidi mencapai harga Rp 7.650 rupiah per liter (sekitar 52 sen AS). Harga ini dinilai sekitar 40% di bawah perkiraan harga pasar, sementara solar bersubsidi dijual dengan harga Rp 5.150 (sekitar 35 sen AS) per liter, kurang dari sepertiga dari harga pasar.
(US$ 1 = Rp 14.835)
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






