Kamis, 14 Mei 2026

Wall Street Koreksi Saat Menunggu Prospek Kebijakan The Fed

Penulis : Grace El Dora
24 Aug 2022 | 08:14 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street. (Sumber: Antara)
Ilustrasi Wall Street. (Sumber: Antara)

NEW YORK, investor.id – Ekuitas Wall Street sebagian besar ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Investor menunggu dengan napas tertahan untuk pidato Gubernur Federal Reseve (The Fed) Jerome Powell akhir pekan ini dan pengungkapan tentang rencana kebijakan suku bunganya.

Powell akan muncul pada pertemuan tahunan para gubernur bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, Amerika Serikat (AS) pada Jumat (26/8). Ia diperkirakan akan mengulangi pesan bahwa The Fed belum siap mengakhiri kenaikan suku bunga secara agresif, yang diperlukan untuk meredam lonjakan inflasi meskipun ada beberapa tanda perlambatan kenaikan harga-harga.

“Saya pikir investor bersiap untuk beberapa komentar hawkish dari ketua Fed Powell minggu ini,” kata Jack Ablin dari Cresset Capital, Rabu (24/8).

Sementara itu, data terbaru tentang penjualan rumah baru di Amerika menunjukkan penurunan tajam pada Juli 2022 ke tingkat terendah sejak awal 2016. Ini dikarenakan pasar real estat yang terus merasakan dampak dari bunga pinjaman yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

Di AS pekan ini akan ada rilis laporan utama tentang indeks inflasi favorit Fed, serta indeks kepercayaan konsumen, penjualan barang-barang besar, dan proyeksi terbaru produk domestik bruto (PDB) kuartal II-2022 yang sebelumnya turun 0,9%.

Dow Jones Industrial Average kehilangan 0,5% untuk menyelesaikan perdagangan di level 32.909,59.

S&P 500 berbasis luas tergelincir 0,2% menjadi 4.128,73, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi terlihat datar, ditutup pada 12.381,30.

Di antara saham individu, saham Twitter turun 7,3% setelah mantan kepala keamanan platform media sosial itu mengklaim dalam kesaksian pelapor bahwa perusahaan menyesatkan pengguna dan regulator AS tentang celah dalam perlindungan daring.

Sementara itu, saham Zoom Video yang diidamkan selama pandemi kini telah turun 16,5% setelah hasil kuartal II-2022 mengungkapkan perlambatan pertumbuhan pendapatan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia