Jumat, 15 Mei 2026

Australia Tambah Imigrasi Permanen Sebesar 35.000 Jadi 195.000

Penulis : Grace El Dora
2 Sep 2022 | 14:52 WIB
BAGIKAN
Menteri Dalam Negeri Australia Clare O'Neil berbicara di KTT Pekerjaan dan Keterampilan di Canberra, Australia pada 2 September 2022. (FOTO: Mick Tsikas/AAP via AP)
Menteri Dalam Negeri Australia Clare O'Neil berbicara di KTT Pekerjaan dan Keterampilan di Canberra, Australia pada 2 September 2022. (FOTO: Mick Tsikas/AAP via AP)

CANBERRA, investor.id – Pemerintah Australia mengumumkan pada Jumat (2/9) bahwa pihaknya akan menambah penerimaan imigrasi permanen sebesar 35.000 menjadi 195.000 pada tahun fiskal ini. Pasalnya, negara tersebut kini kesulitan karena kekurangan ahli dan tenaga kerja.

Menteri Dalam Negeri Australia Clare O'Neil mengumumkan peningkatan untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2023, selama pertemuan puncak dua hari dari 140 perwakilan pemerintah, serikat pekerja, bisnis, dan industri untuk mengatasi kekurangan keterampilan yang diperburuk oleh pandemi.

O'Neill mengatakan perawat di Australia bekerja dengan shift ganda hingga atau kali lipat selama dua tahun terakhir. Sejumlah penerbangan dibatalkan karena kurangnya staf lapangan, sementara buah-buahan dibiarkan membusuk di pohon karena tidak ada pekerja memetiknya.

ADVERTISEMENT

“Fokus kami selalu mengutamakan pekerjaan Australia. Itulah mengapa begitu banyak pertemuan puncak berfokus pada pelatihan dan partisipasi perempuan dan kelompok terpinggirkan lainnya,” kata O'Neil, Jumat.

“Tetapi dampak Covid-19 begitu parah, sehingga bahkan jika kita kehabisan setiap kemungkinan lain, kita masih akan kekurangan ribuan pekerja, setidaknya dalam jangka pendek,” tambahnya.

O'Neil mengatakan banyak dari pemikiran terbaik dan paling cerdas memilih untuk bermigrasi ke Kanada, Jerman, dan Inggris daripada ke Australia.

Dia menggambarkan program imigrasi Australia sangat kompleks, dengan lebih dari 70 program visa yang unik.

Pemerintah Australia akan membentuk panel untuk membangun kembali program imigrasinya demi kepentingan nasional, katanya.

Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengumumkan pada hari pertama konferensi tingkat tinggi (KTT) Pekerjaan dan Keterampilan, bahwa 180.000 tempat gratis akan ditawarkan di sekolah pendidikan kejuruan tahun depan dengan biaya 1,1 miliar dolar Australia (US$ 748.000) untuk mengurangi kekurangan keterampilan di dalam negeri.

Pihaknya sempat memberlakukan beberapa pembatasan perjalanan internasional paling ketat di negara demokratis selama 20 bulan di awal pandemi. Penerbangan ke dalam negeri secara bertahap dibuka kembali untuk pekerja terampil mulai Desember tahun lalu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia