Jumat, 15 Mei 2026

AS Umumkan Paket Persenjataan buat Taiwan Senilai US$ 1 Miliar

Penulis : Fajar Widhiyanto
3 Sep 2022 | 16:15 WIB
BAGIKAN
Tentara militer Taiwan menembakkan howitzer 155 inci selama latihan anti pendaratan langsung di daerah Pingtung, Taiwan selatan pada 9 Agustus 2022. (FOTO: Sam Yeh / AFP)
Tentara militer Taiwan menembakkan howitzer 155 inci selama latihan anti pendaratan langsung di daerah Pingtung, Taiwan selatan pada 9 Agustus 2022. (FOTO: Sam Yeh / AFP)

JAKARTA, Investor.id - Amerika Serikat pada Jumat mengumumkan paket persenjataan baru senilai US$1,1 miliar untuk Taiwan, sebagai upaya terkini untuk meningkatkan pertahanan negara pulau tersebut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Beijing.

Penjualan senjata terbaru oleh AS ini terjadi sebulan setelah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi melakukan kunjungan ke Taiwan yang berkeras menjalankan pemerintahan sendiri lepas dari Tiongkok. Kunjungan tersebut telah mendorong China daratan untuk unjuk kekuatan yang dinilai banyak kalangan sebagai uji coba untuk invasi di masa depan.

Paket penjualan senjata yang nota bene merupakan persetujuan terbesar bagi Taiwan di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden ini termasuk paket senilai US$ 665 juta untuk dukungan kontraktor yang akan memelihara dan meningkatkan sistem radar peringatan dini Raytheon, yang beroperasi sejak 2013. Raytheon diproyeksikan bisa memberikan peringatan dini pada Taiwan jika datang serangan.

Taiwan juga akan menghabiskan dana sekitar US$ 355 juta untuk membeli 60 rudal Harpoon Block II yang dapat melacak dan menenggelamkan kapal yang masuk, jika Tiongkok berupaya meluncurkan serangan melalui perairan.

ADVERTISEMENT

Paket tersebut termasuk senjata lebih dari 100 rudal Sidewinder senilai US$85,6 juta, yang selama ini menjadi andalan militer Barat untuk air to air firepower.

Pengumuman penjualan paket persenjataan oleh AS bagi Taiwan ini disampaikan sehari setelah pasukan Taiwan menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak komersial milik Beijing.

Sementara itu Tiongkok yang menyebut Taiwan sebagai bagian yang “tidak bisa dilepas” dari wilayahnya, meminta AS untuk “segera mencabut” penjualan senjata tersebut.

"(Penjualan senjata) ini merupakan sinyal yang salah bagi pasukan separatis 'Kemerdekaan Taiwan' dan sangat membahayakan hubungan Tiongkok - AS serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," kata Liu Pengyu, juru bicara kedutaan Tiongkok di Washington seperti dilansir Straitstimes, Sabtu (3//9/2022).

“Tiongkok akan dengan tegas mengambil tindakan balasan yang sah dan diperlukan sehubungan dengan perkembangan situasi,” imbuhnya.

Di lain pihak, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS yang ikut menyetujui paket penjualan senjata tersebut mengatakan bahwa paket itu "penting untuk keamanan Taiwan."

"Kami mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan militer, diplomatik, dan ekonominya terhadap Taiwan, alih-alih terlibat dalam dialog yang berarti dengan Taiwan," ujar juru bicara tersebut.

Namun demikian Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa Amerika Serikat masih hanya mengakui Beijing, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

"Penjualan yang diusulkan ini adalah kasus rutin untuk mendukung upaya berkelanjutan Taiwan untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya dan untuk mempertahankan kemampuan pertahanan yang kredibel," tambah Jubir Kemenlu AS. "Amerika Serikat akan terus mendukung resolusi damai masalah lintas-Selat, konsisten dengan keinginan dan kepentingan terbaik rakyat Taiwan," tegasnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 55 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia