Jumat, 15 Mei 2026

Jerman akan Pakai Windfall Profit untuk Bantuan Inflasi 65 Miliar Euro

Penulis : Iwan Subarkah
6 Sep 2022 | 13:52 WIB
BAGIKAN
Kanselir Jerman Olaf Scholz. ( Foto: HANNIBAL HANSCHKE / POOL / AFP )
Kanselir Jerman Olaf Scholz. ( Foto: HANNIBAL HANSCHKE / POOL / AFP )

BERLIN, investor.id – Pemerintah Jerman pada Minggu (4/9) mengumumkan paket bantuan inflasi senilai total 65 miliar euro untuk membantu rumah tangga yang terdampak lonjakan harga-harga. Untuk turut mendanai paket bantuan tersebut, Jerman mengincar windfall profit dari perusahaan-perusahaan energi.

Akibat lonjakan harga energi yang dipicu invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari 2022, sektor usaha dan konsumen di Jerman menderita. Jerman juga sedang berusaha melepaskan ketergantungannya dari pasokan energi Rusia, terutama gas.

“Langkah cepat untuk bersiap menghadapi musim dingin ini akan menjamin Jerman dapat melewatinya,” kata Kanselir Jerman Olaf Scholz, yang dilansir AFP.

Paket bantuan baru itu akan menjadikan total bantuan sejak meletusnya perang di Ukraina menjadi hampir 100 miliar euro. Paket bantuan inflasi 65 miliar euro ini disetujui pada Minggu oleh koalisi berkuasa Jerman yang mencakup kubunya Scholz Sosial Demokrat, Partai Hijau, dan kubu liberal FDP.

ADVERTISEMENT

Paket itu akan mencakup bantuan tunai sekali bayar kepada jutaan pensiunan dan rencana untuk menarik windfall profit perusahaan-perusahaan energi. Pengumuman untuk paket bantuan ini terjadi dua hari setelah raksasa energi Rusia, Gazprom, menyatakan tidak akan mengalirkan lagi pengiriman gas via jalur pipa Nord Stream 1 sesuai jadwal pada Sabtu (3/9), usai pemeliharaan selama tiga hari.

“Pemerintah mengambil keputusan tepat waktu untuk menghindarkan krisis musim dingin. Termasuk mengisi penyimpanan-penyimpanan gas dan mengaktifkan lagi pembangkit-pembangkit tenaga batubara,” tambah Scholz.

Tapi langkah-langkah pencegahan yang sudah dijalankan Pemerintah Jerman, termasuk untuk mendorong pemangkasan konsumsi energi, tidak banyak berarti untuk meredam lonjakan tagihan rumah rutin rumah tangga di Jerman.

Paket bantuan ini adalah yang ketiga. Du.a yang pertama bernilai total 30 miliar euro. Yang mencakup pemangkasan pajak bahan bakar minyak (BBM) dan subsidi ongkos transportasi publik.

Tapi sebagian besar program bantuan lama itu habis masa berlakunya di akhir Agustus 2022. Sementara harga-harga konsumen terus bergerak naik. Sehingga Pemerintah Jerman dalam tekanan untuk mengeluarkan bantuan yang baru.

Laju inflasi di Jerman naik lagi menjadi 7,9% pada Agustus 2022. Setelah dua bulan sebelumnya turun lantaran adanya paket bantuan yang lama. Scholz mengatakan tidak semua orang menderita karena lonjakan harga-harga konsumen.

Menurut dia, sebagian perusahaan energi yang mungkin tidak menggunakan gas untuk menghasilkan listrik barangkali tidak menyadari bahwa tingginya harga gas menentukan tarif listrik. Sehingga dengan demikian mereka mendulang banyak uang.

“Atas dasar itu kami memutuskan mengubah mekanisme pasar agar supaya laba tiba-tiba ini tidak lagi muncul atau dapat diambil,” kata Scholz.

Ruang Finansial

Dalam dokumen kebijakannya, Pemerintah Jerman menyatakan bahwa pemangkasan windfall profit itu akan menciptakan ruang finansial yang dapat digunakan secara spesifik untuk mengurangi beban konsumen di Eropa.

“Kebijakan ini berpotensi dapat menghasilkan bantuan dua digit miliar euro,” kata Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner.

Pemerintah Jerman menyatakan akan berusaha mengimplementasikan kebijakan itu melalui reformasi pasar energi Eropa lebih dulu. Sebelum Jerman kemudian menindaklanjuti dengan kebijakannya sendiri.

“Dengan sistem yang sekarang, perusahaan-perusahaan energi menghasilkan uang yang sangat banyak sekali,” ujar Menteri Perekonomian Jerman Robert Habeck.

Uni Eropa (UE) awal pekan lalu menyatakan akan menyiapkan langkah darurat untuk mereformasi pasar listrik dan mengendalikan harganya.

Scholz mengatakan Jerman tidak akan sendirian menjalani krisis energi ini. Langkah-langkah bantuan baru itu mencakup bantuan tunai 300 euro sekali bayar bagi jutaan pensiunan untuk membantu tagihan listriknya.

Pemerintah Jerman juga akan membantu para mahasiswa dengan bantuan tunai 200 euro sekali transfer saja. Juga bantuan biaya pemanas bagi keluarga penerima tunjangan rumah tinggal.

Selain itu, Jerman juga akan menyisihkan 1,5 miliar euro untuk membuat pengganti tiket bulanan sembilan euro untuk jaringan transportasi umum lokal dan regional.

“Paket bantuan ini secara keseluruhan akan didanai tanpa harus mengambil utang baru. Karena langkah-langkah ini sudah termasuk dalam rancangan anggaran eksisting pemerintah, yang mencakup untuk 2022 dan 2023. Sisanya dari windfall profit energi,” kata Lindner. 


 

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia