Jumat, 15 Mei 2026

Batas Atas Harga Minyak Rusia Bakal Sulit Diterapkan

Penulis : Iwan Subarkah
6 Sep 2022 | 13:57 WIB
BAGIKAN
Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis Bruno Le Maire. ( Foto: Eric Piermony / AFP via Getty Images )
Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis Bruno Le Maire. ( Foto: Eric Piermony / AFP via Getty Images )

CERNOBBIO, investor.id – Batas atas harga minyak Rusia bakal sulit diterapkan. Lantaran membutuhkan komitmen dari masyarakat internasional, tidak cuma keinginan sekelompok negara.

Hal itu diutarakan Menteri Keuangan (Menkeu) Prancis Bruno Le Maire, Sabtu (3/9). Menyusul pernyataan kelompok negara maju G-7 pada Jumat (2/9), yang menyetujui rencana untuk menerapkan pembatasan harga minyak Rusia.

Inisiatif itu merupakan upaya terbaru dari Barat untuk meruntuhkan Rusia secara ekonomi. Setelah sebelumnya bertubi-tubi menjatuhkan sanksi atas invasinya ke Ukraina sejak 24 Februari 2022.

Pendapatan minyak diduga merupakan sumber utama bagi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mendanai perang tersebut. Tapi di samping upaya untuk memotong pendanaan itu, kata Le Maire, implementasi kebijakan batas atas harga tersebut harus merupakan langkah dunia untuk menghentikan perang.

ADVERTISEMENT

“Harus ada cakupan seluas-luasnya karena kami tidak ingin tindakan ini hanya menjadi langkahnya Barat. Jadi jangan sampai menjadi tindakan Barat terhadap Rusia, tapi merupakan langkah dunia melawan perang,” tutur Le Maire, kepada CNBC di sela Ambrosetti Forum di Cernobbio, Italia.

G-7, yang mencakup Amerika Serikat (AS), Kanada, Prancis, Jerman, Inggris, Italia, dan Jepang, belum merampungkan cara implementasi pembatasan harga itu. Tahapan proses ini lah, yang menurut Le Maire bakalan sulit.

Tapi dari sisi waktu kemungkinan siap sebelum masuk Desember 2022. Karena pada waktu itu sanksi-sanksi Uni Eropa (UE) atas larangan impor minyak mentah Rusia akan mulai berlaku.

“Kami juga paham seluruh 27 negara anggota (UE) pun harus bersatu supaya penerapan pembatasan (harga) itu mendapatkan lampu hijau,” kata Le Maire.

UE sekarang ini adalah anggota tak tercantum dari G-7. Pernyataan Le Maire tersebut dikarenakan setiap keputusan bersama UE biasanya harus diratifikasi oleh parlemen masing-masing negara anggota.

Tapi lebih dari itu, Le Maire menegaskan bahwa kebijakan seperti ini akan membutuhkan negara-negara ekonomi besar lainnya di dunia.

Tiongkok dan India

Sadar akan hal itu, Komisioner UE Urusan Energi Kadri Simson mendesak Tiongkok dan India untuk mendukung rencana tersebut. Kedua negara tahun ini malah meningkatkan impor minyak dari Rusia, karena memanfaatkan diskon harga yang diterapkan Rusia.

“Menurut saya mereka (Tiongkok dan India) harus (mendukung). Tiongkok dan India membeli produk-produk minyak Rusia dengan alasan itu penting untuk menjaga ketahanan pasokannya. Tapi itu tidak adil karena berarti membayar kelebihan pendapatan kepada Rusia,” tutur Simson, kepada CNBC di sela pertemuan tingkat menteri energi G-20 di Nusa Dua, Bali.

Jadi, kata dia, pembatasan harga itu juga bertujuan memberi kesempatan kepada para pembeli, yang belum bergabung dengan sanksi-sanksi Barat atas Rusia, untuk menerima minyak pada harga yang adil. Yakni harga yang belum memasukkan faktor perang.

Reuters melaporkan bahwa AS pekan lalu menyebut sudah ada pembicaraan dengan India mengenai masalah ini. Dan hasilnya konstruktif. Sedangkan Tiongkok pada Juli 2022 menyatakan bahwa masalah pembatasan harga itu sangat pelik.

Menunggu Kejelasan

Walau pembatasan harga ini diperkirakan siap sebelum Desember 2022, para pelaku pasar masih menunggu kejelasan lebih lanjut berapa persisnya batas atas tersebut.

“Batas atas harga yang pertama akan ditetapkan pada level yang didasarkan atas serangkaian input teknikal dan akan diputuskan secara bersama-sama sebelum dijalankan di masing-masing yurisdiksi. Batas atas harga ini akan diumumkan secara gamblang dan transparan,” kata G-7 dalam pernyataan bersamanya.

Simson tidak menyebutkan kapan detail final itu akan disampaikan. Ia mengatakan saat ini masih berlangsung pembahasan teknis.

“Kami memang dikejar oleh waktu. Tapi ini biasanya berarti hasilnya akan keluar lebih cepat,” ujar dia.

Rusia sebelumnya menyatakan tidak akan menjual minyak ke negara-negara yang menerapkan pembatasan harga. Bahkan selepas adanya pengumuman dari G-7, perusahaan gas negara Rusia, Gazprom, menyatakan tidak akan mengalirkan lagi gas via jalur pipa Nord Stream 1 dengan alasan teknis.

Jalur pipa gas yang menghubungkan Rusia dan Jerman melalui Laut Baltik itu sedianya dibuka kembali pada Sabtu (3/9) setelah tiga hari ditutup karena pemeliharaan.

Sementara kalangan analis masih ragu apakah pembatasan harga itu akan efektif untuk menguapkan pendapatan Rusia dari minyak.

“Dampak utama dari pembatasan harga minyak oleh G-7 adalah semakin memindahkan daya saing ekonomi dari Eropa ke India, Turki, Tiongkok, dan negara-negara lain di Asia,” ujar Chris Weafer, CEO Macro Advisory.

Karena ia yakin Rusia tidak akan menjual minyaknya ke negara-negara tidak bersahabat, melainkan terus melepasnya ke negara-negara Asia. Pada harga diskon pula dari harga global.


 

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia