Jumat, 15 Mei 2026

Suku Bunga Australia Naik ke Level Tertinggi Tujuh Tahun

Penulis : Grace El Dora
6 Sep 2022 | 15:29 WIB
BAGIKAN
Sebuah papan iklan terlihat di depan rumah yang akan dijual di Melbourne, Australia pada 6 September 2022 saat Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga menjadi 2,35%. (FOTO: William WEST / AFP)
Sebuah papan iklan terlihat di depan rumah yang akan dijual di Melbourne, Australia pada 6 September 2022 saat Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga menjadi 2,35%. (FOTO: William WEST / AFP)

SYDNEY, investor.id – Bank sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga mendekati level tertinggi selama delapan tahun pada Selasa (6/9), bergabung dengan bank sentral lain dalam mencoba menurunkan inflasi. Pihaknya juga memperingatkan ada kemungkinan kenaikan lebih lanjut, yang akan memukul kantong keluarga karena kenaikan suku bunga pinjaman.

RBA mengangkat biaya pinjaman sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 2,35%, tertinggi sejak awal 2015.

Jalan untuk membawa harga kembali ke keseimbangan sempit dan diselimuti ketidakpastian, paling tidak karena perkembangan global, kata bank itu dalam pernyataan resmi. Sementara kenaikan akan membantu membawa inflasi kembali ke target, diperkirakan masih lebih banyak kenaikan dalam beberapa bulan mendatang.

ADVERTISEMENT

“Inflasi di Australia adalah yang tertinggi sejak awal 1990-an dan diperkirakan akan meningkat lebih lanjut selama beberapa bulan ke depan,” kata dewan kebijakan, Selasa.

Bank sentral memperkirakan inflasi akan mencapai puncaknya pada level 7,75% tahun ini, sebelum turun menjadi 4% tahun depan.

Bendahara Federal Jim Chalmers mengatakan kenaikan suku bunga akan menjadi berita yang sangat sulit bagi banyak warga Australia yang memiliki hipotek.

“Fakta bahwa kami tahu itu akan datang tidak membuatnya lebih mudah bagi orang-orang. Ini sulit. Ini akan memperketat sekrup pada anggaran keluarga,” ungkapnya.

Langkah ini dilakukan ketika bank sentral di seluruh dunia dipaksa untuk menaikkan suku bunga dengan inflasi pada level tertinggi selama beberapa dekade. Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan mengumumkan kenaikan kedua pada Kamis (8/9), sementara Federal Reserve Amerika Serikat mengambil kebijakan yang semakin ketat di akhir bulan ini.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia