Jumat, 15 Mei 2026

Arus Masuk Asing ke Ekuitas Asia Terbesar dalam 20 Bulan

Penulis : Grace El Dora
6 Sep 2022 | 16:08 WIB
BAGIKAN
Seorang pria berdiri di depan papan elektronik yang menampilkan informasi saham di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok pada 1 April 2019. (FOTO: REUTERS/Stringer)
Seorang pria berdiri di depan papan elektronik yang menampilkan informasi saham di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok pada 1 April 2019. (FOTO: REUTERS/Stringer)

SINGAPURA, investor.id – Ekuitas Asia yang sedang berkembang di luar Tiongkok melihat aksi beli asing besar-besaran pada Agustus 2022, karena peningkatan level risiko (risk appetite) investor berdasarkan ekspektasi inflasi yang lemah.

Data dari bursa saham di Korea Selatan, India, Taiwan, Filipina, Vietnam, Indonesia, dan Thailand menunjukkan bahwa investor asing telah membeli ekuitas senilai US$ 7,54 miliar, menandai pembelian bersih bulanan terbesar sejak Desember 2020.

Terlepas dari aksi beli asing selama dua bulan terakhir, ekuitas regional telah melihat arus keluar asing lebih dari US$ 60 miliar sepanjang tahun ini.

ADVERTISEMENT

Didorong oleh kenaikan suku bunga dan akibatnya mengurangi risk appetite, sempat terjadi arus keluar terbesar dari kawasan Asia sejak krisis keuangan global pada 2008.

Tetapi harga komoditas terutama minyak mentah telah jatuh dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini meredakan kekhawatiran atas inflasi dan mendukung pandangan bahwa bank sentral akan bersikap santai untuk kenaikan suku bunga di sisa tahun ini.

Ekuitas India menarik US$ 6,44 miliar uang asing pada Agustus 2022, volume bulanan terbesar dalam 20 bulan. Investor mengharapkan perusahaan India akan memberikan pendapatan yang lebih kuat dan penurunan harga minyak mentah akan membantu mempersempit defisit transaksi berjalan negara itu.

Aliran ke ekuitas Korea Selatan (Korsel) juga melonjak ke level tertinggi sembilan bulan sebesar US$ 3,01 miliar.

“Peningkatan arus masuk asing pada Agustus tampaknya berkisar di sekitar India, di mana kondisi ekonomi tampaknya bertahan lebih baik,” kata ahli strategi pasar di IG Yeap Jun Rong, Selasa (6/9).

Ekuitas Thailand dan Indonesia juga memperoleh arus masuk asing, masing-masing senilai US$ 1,6 miliar dan US$ 510 juta.

Sementara itu ekuitas Taiwan melihat arus keluar asing sebesar US$ 3,9 miliar, membangun penarikan sebesar US$ 608 juta sebulan sebelumnya karena meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok.

“Agar pasar negara berkembang Asia melihat lebih banyak keberlanjutan dalam arus masuk asing, kita mungkin perlu melihat moderasi dolar AS, yang terus mendorong ke level tertingginya,” kata Yeap.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia