Jumat, 15 Mei 2026

Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis Kompak Menguat

Penulis : Indah Handayani
7 Sep 2022 | 05:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi bursa eropa
ilustrasi bursa eropa

LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis kompak menguat pada perdagangan Selasa (6/9/2022).

Saham-saham Inggris memperpanjang keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut. Dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London bertambah 13,01 poin (0,18%) menjadi menetap di 7.300,44 poin.

Indeks FTSE 100 menguat 6,24 poin (0,09%) menjadi 7.287,43 poin pada Senin (5/9/2022), setelah terangkat 132,69 poin (1,86%) menjadi 7.281,19 poin pada Jumat (2/9/2022), dan jatuh 135,65 poin (1,86%) menjadi 7.148,50 poin pada Kamis (1/9/2022).

Hargreaves Lansdown PLC, sebuah perusahaan jasa keuangan dan investasi Inggris untuk investor ritel melonjak 4,64%, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

ADVERTISEMENT

Sedangkan saham-saham Jerman berakhir di wilayah positif setelah mencatat kerugian tajam sehari sebelumnya. Dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt menguat 110,66 poin (0,87%) menjadi menetap di 12.871,44 poin.

Indeks DAX 40 anjlok 289,49 poin (2,22%) menjadi 12.760,78 poin pada Senin (5/9/2022), setelah melejit 420,04 poin (3,33%) menjadi 13.050,27 poin pada Jumat (2/9/2022), dan jatuh 204,73 poin (1,6%) menjadi 12.630,23 poin pada Kamis (1/9/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 33 saham berhasil mencatat keuntungan, sementara tujuh saham lainnya mengalami kerugian.

HelloFresh SE, sebuah perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan dan pengiriman makanan berlangganan mingguan secara daring melonjak 4,52%, menjadi top gainer dari saham blue chips.

Sementara itu, saham-saham Prancis berbalik menguat dari penurunan sehari sebelumnya. Dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris terkerek 11,39 poin (0,19%) menjadi menetap di 6.104,61 poin.

Indeks CAC 40 tergelincir 74,29 poin (1,2%) menjadi 6.093,22 poin pada Senin (5/9/2022), setelah melonjak 133,20 poin (2,21%) menjadi 6.167,51 poin pada Jumat (2/9/2022), dan merosot 90,79 poin (1,48%) menjadi 6.034,31 poin pada Kamis (1/9/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak 32 saham berhasil membukukan keuntungan, sementara tujuh saham menderita kerugian dan satu saham diperdagangkan tidak berubah.

Worldline SA, sebuah perusahaan jasa transaksi dan pembayaran multinasional Prancis terangkat 3,08%, menjadi top gainer dari saham blue chips.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia