Jaminan Negara untuk Perusahaan Energi Bertambah
HELSINKI, investor.id – Finlandia dan Swiss pada Selasa (6/9) menawarkan dukungan finansial untuk perusahaan-perusahaan energinya. Jaminan negara terhadap likuiditas perusahaan-perusahaan energi itu untuk menjaga kelangsungan usaha mereka, menyusul invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari 2022.
Konflik tersebut membuat perusahaan-perusahaan penyedia listrik kekurangan arus kas. Sehingga pemerintah di sejumlah negara kemudian turun tangan untuk membuka lini kredit.
Kantor Energi Federal Swiss pada Selasa menyatakan bahwa Axpo, grup usaha listrik Swiss, akan mendapatkan akses sebesar empat miliar francs Swiss (setara US$ 4,1 miliar). Axpo pekan lalu meminta bantuan sementara.
“Respons pemerintah ini sangat positif untuk menghindarkan ketahanan energi. Axpo adalah perusahaan listrik yang sangat penting karena sistemik terhadap masa depan negara juga.
Sementara di Finlandia, grup usaha listrik Fortum menyatakan sudah ada kesepakatan dengan pendanaan penambal untuk menjamin adanya akses terhadap sumber daya pasokan yang memadai. Terutama jika harga-harga terus naik.
Fasilitas likuiditas itu membuat Fortum bisa mengakses 2,35 miiar euro melalui perusahaan induk milik negara, Solidium. Tapi Fortum menyatakan penggunaan skema itu adalah jalan terakhir.
“Krisis energi Eropa adalah hasil dari keputusan Rusia untuk menggunakan energi sebagai senjata,” ujar CEO Fortum Markus Rauramo.
Harga gas di Eropa melonjak sejak Rusia menginvasi Tiongkok. Perusahaan-perusahaan listrik bergantung ke pasar berjangka untuk menjamin pasokan pada harga tertentu. Berdasarkan kontrak itu, mereka diwajibkan untuk membayar uang muka.
Tapi jika harga naik, peruahaan wajib enambah kolateral, sehingga lama kelamaan hal ini memicu kekurangan dana kas.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






