PBoC Berusaha Longgarkan Tekanan terhadap Yuan
BEIJING, investor.id – Para ekonom mengungkapkan bahwa People’s Bank of China (PBoC) telah mengirim sinyal kuat untuk menjaga supaya nilai tukar mata uang yuan tidak melemah terlalu cepat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Untuk kedua kalinya tahun ini, bank sentral Tiongkok itu pada Senin (5/9) mengumumkan bakal mengurangi giro wajib minimum perbankan. Langkah-langkah semacam itu secara teoretis telah mengurangi tekanan yuan yang melemah. Yang mana nilainya untuk tahun ini sudah jatuh lebih dari 8% ke posisi terendah terhadap dolar AS dalam dua tahun
Di samping itu, otoritas Tiongkok biasanya menekankan tingkat yuan ketimbang kelompok mata uang, di mana yuan telah menguat sekitar 1% selama tiga bulan terakhir. Namun, tindakan terbaru Negeri Tirai Bambu menunjukkan betapa pentingnya nilai tukar yuan-dolar.
“Ada dua alasan. Pertama, dalam satu tahun perombakan kepemimpinan sekali dalam satu dekade dan dengan meningkatnya ketegangan AS-Tiongkok, para pemimpin Tiongkok sangat peduli dengan nilai tukar bilateral (Renminbi) RMB dengan USD karena mereka percaya RMB/USD entah bagaimana mencerminkan kekuatan ekonomi dan politik yang relatif. Lalu yang kedua, depresiasi besar RMB/USD dapat mengurangi sentimen domestik dan mempercepat pelarian modal,” ujar Kepala Ekonom Tiongkok Nomura Ting Lu dan tim dalam laporan yang dirilis, Senin (5/9).
Partai Komunis Tiongkok pada Oktober dipastikan akan memilih kelompok pemimpin baru, sambil memperkuat kekuatan Presiden Xi Jinping.
Di sisi lain, ketegangan antara AS dan Tiongkok telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir sehingga mengakibatkan pemberlakuan tarif dan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan teknologi Tiongkok.
Baca Juga:
Tiongkok Pacu Penggunaan Yuan DigitalSementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok menunjukkan pelambatan dalam tiga tahun terakhir, terutama akibat goncangan pandemi pada 2020. Penerapan kontrol Covid yang lebih ketat tahun ini, termasuk lockdown Shanghai selama dua bulan, telah mendorong banyak ekonom memangkas perkiraan produk domestik bruto (PDB) mendekati 3%.
Menurut laporan, perlambatan ekonomi telah berkontribusi terhadap melemahnya yuan, yang dapat membantu ekspor Tiongkok menjadi lebih murah bagi para pembeli di AS dan negara-negara lain.
Level yang Diperhatikan
Dolar AS sendiri diklaim telah menguat secara signifikan pada tahun ini menyusul langkah The Federal Reserve (The Fed) AS yang secara agresif memperketat kebijakan moneter. Selain itu, uang kertas dolar telah diuntungkan dari posisi terendah 20 tahun terhadap euro dan penurunan serupa dalam yen Jepang.
“Kami pikir PBoC mungkin memiliki toleransi untuk depresiasi CNY lebih lanjut terhadap USD, terutama karena USD secara luas terus menguat, meskipun mereka mungkin ingin menghindari depresiasi satu arah yang berlanjut dan terlalu cepat jika memungkinkan,” demikian disampaikan tim analis Goldman Sachs Maggie Wei dan analis Goldman Sachs dalam sebuah laporan Senin.
Para analis memperkirakan yuan terdepresiasi menjadi 7 terhadap dolar selama tiga bulan ke depan. Sedangkan analis valuta asing Nomura memperkirakan levelnya 7,2 pada akhir tahun.
Berdasarkan data Wind Information, mata uang yuan terakhir diperdagangkan mendekati 7,2 terhadap dolar sekitar Mei 2020 dan September 2019,
“Saya pikir itu tidak akan melampaui (poin) 7, tentu saja melampaui 7,2 yang kita lihat selama perang perdagangan. Saya pikir itu ambang kunci. Saya pikir alasan mereka enggan membiarkan itu terjadi adalah, jika melampaui level itu, maka ekspektasi untuk risiko mata uang menjadi tidak terikat. Anda berisiko melihat arus keluar modal dalam skala yang jauh lebih besar,” ujar Julian Evans-Pritchard, ekonom senior Tiongkok di Capital Economics kepada CNBC.
Kabar terbaru pada Selasa (6/9), data Wind Information menunjukkan jika PBoC menetapkan titik tengah yuan terhadap dolar yakni di kisaran 6,9096, terlemah sejak 25 Agustus 2020.
Bank sentral Tiongkok itu secara longgar mengontrol yuan dengan menetapkan titik tengah perdagangan hariannya berdasarkan level harga baru-baru ini.
Menurut pengumuman yang diunggah di situs laman bank sentral pada Senin, pemangkasan terbaru PBoC terhadap rasio cadangan mata uang asing – dari 8% menjadi 6% – akan mulai berlaku 15 September.
Sebelumnya, Wakil Gubernur PBoC Liu Guoqiang mengatakan bahwa dalam jangka pendek, mata uang harus berfluktuasi dalam dua arah dan orang-orang tidak boleh bertaruh di titik tertentu. Sementara itu, untuk jangka panjang, Liu mempertahankan harapan Tiongkok terhadap penggunaan yuan internasional yang lebih besar.
“Ke depan pengakuan dunia terhadap yuan akan terus meningkat,” katanya kepada wartawan, berdasarkan terjemahan CNBC dari transksrip pernyataan Liu tentang kebijakan ekonomi.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler


