Perangi Inflasi, ECB Ikut Naikkan Suku Bunga 75 Basis Poin
FRANKFURT, investor.id – Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) menaikkan suku bunga utamanya sebesar 75 basis poin (bps) pada Kamis (8/9). Angka penaikan terbesar sepanjang sejarahnya itu ditujukan untuk memerangi lonjakan inflasi dan diisyaratkan masih akan dinaikkan lagi. Kendati negara-negara dalam blok Uni Eropa (UE) kemungkinan menuju resesi di musim dingin tahun ini.
Menindaklanjuti kenaikan suku bunga Juli, ECB menaikkan suku bunga deposito dari nol menjadi 0,75% dan menaikkan suku bunga refinancing utamanya ke 1,25% - yang merupakan level tertingginya sejak 2011. Langkah lebih lanjut juga sudah diantisipasi pada Oktober dan Desember.
“Kita memiliki lebih banyak perjalanan ke depan,” ujar Presiden ECB Christine Lagarde dalam konferensi pers, yang dilansir Reuters.
Baca Juga:
Ratu Elizabeth Meninggal DuniaSeiring dengan tingkat inflasi tinggi dalam setengah abad dan kian dekat dengan wilayah dua digit, para pembuat kebijakan pun dilanda kekhawatiran bahwa pertumbuhan harga yang cepat dapat mengakar, mengikis nilai tabungan rumah tangga dan memicu gejolak harga upah.
Namun, Lagarde menambahkan bahwa telah ada kesepakatan bulat di antara pembuat kebijakan tentang perlunya kenaikan 75 basis poin untuk alokasi pergerakan menuju suku bunga yang konsisten, dengan membawa inflasi ke target jangka menengah 2%.
Sebagai informasi, para pembuat kebijakan sempat kebingungan selama berminggu-minggu antara menaikkan suku bunga acuan 50 dan 75 basis poin. Tetapi lompatan lain baik pada inflasi headline dan dan inflasi underlying tampaknya telah menyelesaikan perdebatan. Ini karena angka-angka menunjukkan pertumbuhan harga sekarang merembet ke negara-negara yang lebih luas, dan membuatnya semakin sulit untuk diatasi.
Bahkan ECB menaikkan proyeksi inflasinya sekali lagi, di mana prospek pada 2023 inflasi berubah dari 3,5% menjadi 5,5% dan menempatkan prospek 2024 di kisaran 2,3% atau di atas target 2%.
Meski demikian, pasar tetap agak terkejut karena para investor telah memperkirakan kemungkinan terjadi pergerakan lebih dari 80% dibandingkan 75 basis poin. Bahkan jika para ekonom yang disurvei oleh Reuters terbagi secara rata maka hanya sedikit mayoritas yang memperkirakan pengambilan langkah lebih besar.
Secara eksplisit ECB menyatakan kenaikan suku bunga lebih lanjut akan diperlukan, pasar pun terus mengharapkan pergerakan 50 basis poin lagi di pertemuan ECB pada Oktober.
Saat ditanya soal arah masa depan dan laju perubahan suku bunga, Lagarde berkata: “Kami tidak mengatakan naikkan 75 seolah-olah 75 adalah hal biasa – ini tidak (biasa).”
Serius Memerangi Inflasi
Menurut laporan, saat menuju pertemuan, kaum konservatif khawatir bahwa segala sesuatu selain pengambilan langkah besar bakal menandakan ECB tidak serius tentang mandat memerangi inflasi. Dan hal ini berisiko mendorong ekspektasi inflasi jangka panjang yang sudah tinggi, juga menandakan hilangnya kepercayaan terhadap ECB serta menimbulkan pertanyaan tentang kerangka penargetan inflasi bank.
Tindakan takut-takut juga berisiko melemahkan mata uang euro dan mendorong inflasi lebih lanjut melalui impor energi yang lebih mahal.
Laporan menyebutkan, nilai tukar euro terhadap dolar AS masih berkutat sekitar paritas selama berminggu-minggu, tidak menjauh dari level terendah dua dekade awal bulan ini. Hal ini berarti segala macam ekspor akan lebih mahal, mulai dari minyak hingga mobil, yang kemudian berdampak pada kenaikan harga bagi konsumen.
Para pembuat kebijakan juga telah mengemukakan masalah kenaikan suku bunga frontloading sebagian untuk mengirim sinyal kuat tentang komitmen bank sentral memerangi inflasi, dan sebagian untuk menyelesaikan sebagian besar kenaikan sebelum resesi menjadi semakin jelas.
Mengingat harga energi yang tinggi melemahkan daya beli maka penurunan pada dasarnya tidak bisa dihindari. Namun, kebijakan moneter sebagian besar tidak berdaya melawan penurunan yang didorong oleh guncangan penawaran, sehingga memperkuat argumen untuk melakukan penaikan bahkan jika ekonomi menderita.
Di sisi lain, beberapa pembuat kebijakan sekarang terang-terangan berbicara tentang resesi. Proyeksi baru ECB juga menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih rendah di tahun-tahun mendatang.
Beberapa pendapat mengemuka bahwa resesi yang dangkal kemungkinan bisa berguna, karena pasar tenaga kerja di blok UE semakin ketat dan tren penurunan dapat membantu perusahaan-perusahaan yang sekarang berjuang untuk merekrut tenaga kerja.
Dalam pandangan ECB, perekonomian di zona euro tahun ini akan berkembang sebesar 3,1% dan 0,9% pada 2023. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan yang terangkat tahun ini bakal turun tajam pada 2023.
Namun Lagarde mengungkapkan soal skenario penurunan – yang melibatkan penghentian total pasokan gas Rusia dan kebijakan-kebijakan, termasuk penjatahan energi – yang akan menjerumuskan kawasan euro ke dalam resesi tahun depan, dengan perkiraan kontraksi 0,9%.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler

