Jumat, 15 Mei 2026

Presiden Korsel Bantah Menghina AS di PBB, Klaim Salah Terjemahan

Penulis : Grace El Dora
23 Sep 2022 | 14:28 WIB
BAGIKAN
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol berbicara pada sesi ke-77 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNGA di markas besar PBB pada 20 September 2022 di New York City, AS. (Foto: AFP/Getty Images/Michael M Santiago)
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol berbicara pada sesi ke-77 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNGA di markas besar PBB pada 20 September 2022 di New York City, AS. (Foto: AFP/Getty Images/Michael M Santiago)

SEOUL, investor.id – Presiden Korea Selatan (Korsel) bantah menghina sekutu keamanan utama Amerika Serikat (AS), mengklaim adanya kesalahan terjemahan. Namun insiden ini mendorong ketidakpercayaan di dalam negeri lebih lanjut pada Jumat (23/9).

Presiden Yoon Suk-yeol terdengar di mikrofon dan terlihat di kamera tampak seperti sedang menghina anggota parlemen AS, tak lama setelah bertemu sebentar dengan Presiden AS Joe Biden di Global Fund di New York.

“Bagaimana mungkin Biden tidak kehilangan muka jika para ke***at ini tidak meloloskannya di Kongres?” terdengar di rekaman tersebut, dilansir dari AFP pada Jumat. Yoon tampaknya membahas tentang dorongan Biden untuk meningkatkan kontribusi AS ke Global Fund, yang akan membutuhkan persetujuan kongres.

ADVERTISEMENT

Rekaman itu dengan cepat menjadi viral di Korsel. Video YouTube itu mengumpulkan lima juta tampilan dalam waktu kurang dari sehari dan sumpah serapah Yoon konon masuk ke dafar trending di media sosial Twitter.

Namun juru bicara kantor presiden, Kim Eun-hye, mengatakan Yoon tidak punya alasan untuk berbicara tentang AS atau mengucapkan kata ‘Biden’.

Kim yang berbicara pada konferensi pers di New York mengklaim bahwa Yoon tidak benar-benar mengatakan ‘Biden’, tetapi kata dalam bahasa Korea yang terdengar serupa. Ia merujuk pada pada anggota parlemen Korsel, bukan AS.

Seorang anggota parlemen dari partai berkuasa menyarankan stasiun televisi yang pertama kali melaporkan komentar dengan kesalahpahaman itu harus diadili.

“MBC harus bertanggung jawab atas laporannya yang merusak aliansi AS-Korea yang tak tergantikan,” tulis anggota parlemen Yoon Sang-hyun di akun media sosial Facebook.

Namun secara daring, banyak yang menyatakan keraguan tentang tanggapan pemerintah.

“Sungguh tercela dan memalukan bagi anak-anak kita bahwa kantor kepresidenan kita membuat alasan seperti itu,” tulis komentator di YouTube.

“Aku sudah mendengarkannya 10 kali sekarang. Ini pasti ‘Biden’,” tambah komentator lain.

Pihak oposisi mengatakan penolakan resmi Yoon mirip dengan mengatakan kepada warga Korsel bahwa mereka “tunarungu”, kata anggota parlemen Partai Demokrat Chun Jae-soo dalam sebuah wawancara radio Jumat.

AS adalah sekutu keamanan utama Korsel, menempatkan sekitar 27.000 tentara di negara itu untuk membantu melawan Korea Utara (Korut) yang bersenjata nuklir.

Yoon, yang adalah mantan jaksa, sedang berjuang dengan peringkat persetujuan yang rendah di dalam negeri. Survei terbaru yang dirilis Jumat setelah insiden di PBB menunjukkan pendukungnya hanya mencapai 28%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia