Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol berbicara pada sesi ke-77 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNGA di markas besar PBB pada 20 September 2022 di New York City, AS. (Foto: AFP/Getty Images/Michael M Santiago)

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol berbicara pada sesi ke-77 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNGA di markas besar PBB pada 20 September 2022 di New York City, AS. (Foto: AFP/Getty Images/Michael M Santiago)

Presiden Korsel Bantah Menghina AS di PBB, Klaim Salah Terjemahan

Jumat, 23 Sep 2022 | 14:28 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SEOUL, investor.id – Presiden Korea Selatan (Korsel) bantah menghina sekutu keamanan utama Amerika Serikat (AS), mengklaim adanya kesalahan terjemahan. Namun insiden ini mendorong ketidakpercayaan di dalam negeri lebih lanjut pada Jumat (23/9).

Presiden Yoon Suk-yeol terdengar di mikrofon dan terlihat di kamera tampak seperti sedang menghina anggota parlemen AS, tak lama setelah bertemu sebentar dengan Presiden AS Joe Biden di Global Fund di New York.

Baca juga: Australia Mencari Hubungan Stabil dengan “Kekuatan Besar” Tiongkok

“Bagaimana mungkin Biden tidak kehilangan muka jika para ke***at ini tidak meloloskannya di Kongres?” terdengar di rekaman tersebut, dilansir dari AFP pada Jumat. Yoon tampaknya membahas tentang dorongan Biden untuk meningkatkan kontribusi AS ke Global Fund, yang akan membutuhkan persetujuan kongres.

Advertisement

Rekaman itu dengan cepat menjadi viral di Korsel. Video YouTube itu mengumpulkan lima juta tampilan dalam waktu kurang dari sehari dan sumpah serapah Yoon konon masuk ke dafar trending di media sosial Twitter.

Namun juru bicara kantor presiden, Kim Eun-hye, mengatakan Yoon tidak punya alasan untuk berbicara tentang AS atau mengucapkan kata ‘Biden’.

Kim yang berbicara pada konferensi pers di New York mengklaim bahwa Yoon tidak benar-benar mengatakan ‘Biden’, tetapi kata dalam bahasa Korea yang terdengar serupa. Ia merujuk pada pada anggota parlemen Korsel, bukan AS.

Seorang anggota parlemen dari partai berkuasa menyarankan stasiun televisi yang pertama kali melaporkan komentar dengan kesalahpahaman itu harus diadili.

“MBC harus bertanggung jawab atas laporannya yang merusak aliansi AS-Korea yang tak tergantikan,” tulis anggota parlemen Yoon Sang-hyun di akun media sosial Facebook.

Namun secara daring, banyak yang menyatakan keraguan tentang tanggapan pemerintah.

Baca juga: PM Jepang Siap Temui Pemimpin Korut

“Sungguh tercela dan memalukan bagi anak-anak kita bahwa kantor kepresidenan kita membuat alasan seperti itu,” tulis komentator di YouTube.

“Aku sudah mendengarkannya 10 kali sekarang. Ini pasti ‘Biden’,” tambah komentator lain.

Pihak oposisi mengatakan penolakan resmi Yoon mirip dengan mengatakan kepada warga Korsel bahwa mereka “tunarungu”, kata anggota parlemen Partai Demokrat Chun Jae-soo dalam sebuah wawancara radio Jumat.

AS adalah sekutu keamanan utama Korsel, menempatkan sekitar 27.000 tentara di negara itu untuk membantu melawan Korea Utara (Korut) yang bersenjata nuklir.

Yoon, yang adalah mantan jaksa, sedang berjuang dengan peringkat persetujuan yang rendah di dalam negeri. Survei terbaru yang dirilis Jumat setelah insiden di PBB menunjukkan pendukungnya hanya mencapai 28%.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com