Presiden Korsel Bantah Menghina AS di PBB, Klaim Salah Terjemahan
SEOUL, investor.id – Presiden Korea Selatan (Korsel) bantah menghina sekutu keamanan utama Amerika Serikat (AS), mengklaim adanya kesalahan terjemahan. Namun insiden ini mendorong ketidakpercayaan di dalam negeri lebih lanjut pada Jumat (23/9).
Presiden Yoon Suk-yeol terdengar di mikrofon dan terlihat di kamera tampak seperti sedang menghina anggota parlemen AS, tak lama setelah bertemu sebentar dengan Presiden AS Joe Biden di Global Fund di New York.
“Bagaimana mungkin Biden tidak kehilangan muka jika para ke***at ini tidak meloloskannya di Kongres?” terdengar di rekaman tersebut, dilansir dari AFP pada Jumat. Yoon tampaknya membahas tentang dorongan Biden untuk meningkatkan kontribusi AS ke Global Fund, yang akan membutuhkan persetujuan kongres.
Rekaman itu dengan cepat menjadi viral di Korsel. Video YouTube itu mengumpulkan lima juta tampilan dalam waktu kurang dari sehari dan sumpah serapah Yoon konon masuk ke dafar trending di media sosial Twitter.
Namun juru bicara kantor presiden, Kim Eun-hye, mengatakan Yoon tidak punya alasan untuk berbicara tentang AS atau mengucapkan kata ‘Biden’.
Kim yang berbicara pada konferensi pers di New York mengklaim bahwa Yoon tidak benar-benar mengatakan ‘Biden’, tetapi kata dalam bahasa Korea yang terdengar serupa. Ia merujuk pada pada anggota parlemen Korsel, bukan AS.
Seorang anggota parlemen dari partai berkuasa menyarankan stasiun televisi yang pertama kali melaporkan komentar dengan kesalahpahaman itu harus diadili.
“MBC harus bertanggung jawab atas laporannya yang merusak aliansi AS-Korea yang tak tergantikan,” tulis anggota parlemen Yoon Sang-hyun di akun media sosial Facebook.
Namun secara daring, banyak yang menyatakan keraguan tentang tanggapan pemerintah.
Baca Juga:
PM Jepang Siap Temui Pemimpin Korut“Sungguh tercela dan memalukan bagi anak-anak kita bahwa kantor kepresidenan kita membuat alasan seperti itu,” tulis komentator di YouTube.
“Aku sudah mendengarkannya 10 kali sekarang. Ini pasti ‘Biden’,” tambah komentator lain.
Pihak oposisi mengatakan penolakan resmi Yoon mirip dengan mengatakan kepada warga Korsel bahwa mereka “tunarungu”, kata anggota parlemen Partai Demokrat Chun Jae-soo dalam sebuah wawancara radio Jumat.
AS adalah sekutu keamanan utama Korsel, menempatkan sekitar 27.000 tentara di negara itu untuk membantu melawan Korea Utara (Korut) yang bersenjata nuklir.
Yoon, yang adalah mantan jaksa, sedang berjuang dengan peringkat persetujuan yang rendah di dalam negeri. Survei terbaru yang dirilis Jumat setelah insiden di PBB menunjukkan pendukungnya hanya mencapai 28%.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

