Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen berbicara tentang keadaan ekonomi AS selama konferensi pers di Departemen Keuangan di Washington, AS pada 28 Juli 2022. (FOTO: SAUL LOEB / AFP)

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen berbicara tentang keadaan ekonomi AS selama konferensi pers di Departemen Keuangan di Washington, AS pada 28 Juli 2022. (FOTO: SAUL LOEB / AFP)

Menkeu Yellen Memuji Insentif Pajak Energi Bersih yang Disahkan Biden

Selasa, 27 September 2022 | 10:31 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen memuji kredit pajak dan insentif sektor swasta lainnya yang terkandung dalam Undang-Undang Pengurangan Inflasi pada Selasa (27/9) di North Carolina, AS. Ia mengatakan undang-undang itu akan membantu menurunkan biaya energi untuk konsumen dan emisi gas rumah kaca di seluruh negeri.

Undang-undang tersebut, yang ditandatangani Presiden AS Joe Biden menjadi undang-undang pada Agustus 2022, merupakan paket pengeluaran iklim terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Baca juga: Janet Yellen: Risiko Resesi AS Jelas Ada

Anggaran sebesar US$ 369 miliar dialokasikan untuk inisiatif energi domestik dan untuk memerangi perubahan iklim.

Investasi itu, yang dijelaskan oleh Yellen di pabrik Cypress Creek Renewables Durham, dinilai akan menempatkan bangsa pada jalur kuat menuju pengurangan emisi gas rumah kaca secara substansial pada akhir dekade ini. Ini disampaikan dalam kutipan pidato Yellen, dirilis menjelang paparan menteri keuangan.

Penghematan tersebut terdiri ataas ribuan dolar pemotongan pajak dan potongan harga untuk kendaraan listrik (EV) dan peningkatan efisiensi rumah seperti skylight hemat energi, pemanas air, hingga instalasi panel surya.

Semua ini adalah fitur hemat uang dalam tindakan yang oleh pemerintah AS diharapkan dapat diterjemahkan ke biaya energi yang lebih rendah untuk keluarga-keluarga di Amerika.

Namun Yellen mungkin saja menambahkan bahwa pemerintah juga akan mengandalkan sektor swasta untuk membantu memenuhi tujuan iklimnya dengan mengurangi emisi, setidaknya setengah dari tingkat 2005 pada 2030.

Baca juga: Biden: Pandemi Covid-19 di AS Sudah Berakhir

“Secara khusus pemerintah harus memberikan landasan dasar dan kepastian jangka panjang, bahwa bisnis perlu berinvestasi dalam skala besar dan mendorong transisi menuju masa depan energi bersih,” demikian kutipan pidato Yellen, Selasa.

Undang-undang baru akan memacu mobilisasi signifikan investasi swasta ke dalam sektor energi bersih, menurut pernyataannya.

“Dikombinasikan dengan kredit pajak bisnis, investasi ini diharapkan akan semakin menekan biaya produksi energi bersih. Hal ini, pada gilirannya, diharapkan dapat membantu menurunkan tarif listrik ritel pada saat yang sama ketika undang-undang tersebut menggetarkan bagian yang lebih besar dari ekonomi Amerika,” kata kutipan resmi pidato tersebut.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com