Jumat, 15 Mei 2026

Kenaikan Suku Bunga AS Dikhawatirkan Terlalu Cepat

Penulis : Grace El Dora
27 Sep 2022 | 17:01 WIB
BAGIKAN
Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Charles Evans berbicara selama pertemuan tahunan National Association of Business Economics (NABE) di Arlington, Virginia, AS pada 27 September 2021. (Foto: Al Drago / Bloomberg / Getty Images)
Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Charles Evans berbicara selama pertemuan tahunan National Association of Business Economics (NABE) di Arlington, Virginia, AS pada 27 September 2021. (Foto: Al Drago / Bloomberg / Getty Images)

CHICAGO, investor.id – Presiden Federal Reserve (Fed) Chicago Charles Evans mengatakan bahwa dirinya merasa khawatir tentang bank sentral Amerika Serikat (AS) yang menaikkan suku bunga terlalu cepat, meskipun ini upayanya untuk mengatasi inflasi yang tak terkendali.

Dilansir dari “Squawk Box Europe” CNBC pada Selasa (27/9), Evans mengatakan dirinya tetap sangat optimis bahwa ekonomi AS dapat menghindari resesi, asalkan tidak ada guncangan eksternal lebih lanjut.

Komentarnya muncul tak lama setelah sejumlah pejabat tinggi Fed mengatakan pihaknya akan terus memprioritaskan perang melawan inflasi, yang saat ini mendekati level tertinggi sejak awal 1980-an.

ADVERTISEMENT

Bank sentral menaikkan suku bunga acuan sebesar tiga perempat poin persentase atau 75 basis poin (bps) di awal September 2022. Ini menjadi kenaikan ketiga dengan angka yang sama secara berturut-turut.

Pejabat Fed juga mengindikasikan bank sentral akan terus menaikkan suku bunga jauh di atas kisaran saat ini 3% hingga 3,25%.

Evans ditanya tentang kekhawatiran investor bahwa The Fed tampaknya tidak menunggu cukup lama untuk menilai secara memadai dampak kenaikan suku bunga. “Well, saya sedikit gugup tentang hal itu,” akunya, Selasa.

“Ada kelambatan dalam kebijakan moneter dan kami telah bergerak cepat. Kami telah melakukan tiga kali peningkatan 75 bps berturut-turut dan ada pembicaraan lebih lanjut untuk mencapai 4,25% hingga 4,5% pada akhir tahun, Anda tidak akan meninggalkan banyak waktu untuk melihat setiap rilis bulanan,” kata Evans.

Puncak FFR

Trader khawatir bahwa Fed tetap bersikap lebih hawkish lebih lama dari yang diantisipasi beberapa orang.

Evans (64) secara konsisten menjadi salah satu regulator The Fed yang mendukung suku bunga yang lebih rendah dan lebih banyak akomodasi. Dia akan pensiun dari posisinya awal tahun depan.

“Sekali lagi, saya masih percaya bahwa konsensus kami, perkiraan median, akan mencapai tingkat dana (FFR) puncak pada Maret dengan asumsi tidak ada guncangan merugikan lebih lanjut. Dan jika keadaan menjadi lebih baik, kita mungkin bisa berbuat lebih sedikit, tetapi saya pikir kita sedang menuju tingkat dana puncak itu,” jelasnya.

“Itu menawarkan jalan untuk pekerjaan, Anda tahu, stabil pada sesuatu yang masih bukan resesi, tetapi mungkin ada guncangan, mungkin ada kesulitan lain,” lanjutnya.

“Setiap kali saya pikir rantai pasokan akan membaik, bahwa kita akan meningkatkan produksi mobil dan harga mobil bekas turun dan perumahan dan semua itu sesuatu telah terjadi. Jadi, optimis hati-hati,” tambah Evans.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia