Jumat, 15 Mei 2026

Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis Kompak Melemah

Penulis : Indah Handayani
28 Sep 2022 | 06:20 WIB
BAGIKAN
ilustrasi bursa Eropa
Sumber: Antara
ilustrasi bursa Eropa Sumber: Antara

LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis kompak melemah pada perdagangan Selasa (27/9/2022).

Saham-saham Inggris berbalik melemah dari keuntungan sehari sebelumnya. Dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London berkurang 36,36 poin (0,52%) menjadi menetap di 6.984,59 poin.

Indeks FTSE 100 terkerek 2,35 poin (0,03%) menjadi 7.020,95 poin pada Senin (26/9/2022). Setelah jatuh 140,92 poin (1,97%) menjadi 7.018,60 poin pada Jumat (23/9/2022). Tergelincir 78,12 poin (1,08%) menjadi 7.159,52 poin pada Kamis (22/9/2022).

ADVERTISEMENT

Saham Evraz PLC, perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59%.

Sedangkan saham-saham Jerman memperpanjang penurunan untuk hari keempat berturut-turut. Dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt terpangkas 88,24 poin (0,72%) menjadi menetap di 12.139,68 poin.

Indeks DAX 40 merosot 56,27 poin (0,46%) menjadi 12.227,92 poin pada Senin (26/9/2022). Setelah tergelincir 247,44 poin (1,97%) menjadi 12.284,19 poin pada Jumat (23/9/2022). Terperosok 235,52 poin (1,84%) menjadi 12.531,63 poin pada Kamis (22/9/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak sembilan saham berhasil mencatat keuntungan, sementara 31 saham lainnya mengalami kerugian.

Saham Deutsche Bank AG, sebuah perusahaan jasa keuangan dan bank investasi multinasional Jerman menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 4,28%.

Sementara itu, saham-saham Prancis mencatat kerugian untuk hari keempat berturut-turut. Dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris jatuh 15,57 poin (0,27%) menjadi menetap di 5.753,82 poin.

Indeks CAC 40 tergerus 14,02 poin (0,24%) menjadi 5.769,39 poin pada Senin (26/9/2022). Setelah terpuruk 135,09 poin (2,28%) menjadi 5.783,41 poin pada Jumat (23/9/2022). Merosot 112,83 poin (1,87%) menjadi 5.918,50 poin pada Kamis (22/9/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak 17 saham berhasil membukukan keuntungan, sementara 23 saham lainnya menderita kerugian.

Saham Unibail-Rodamco-Westfield SE, sebuah perusahaan properti dan pengembang real estat komersial Prancis menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya terperosok 3,16%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia