Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gedung Bank of England (BoE). ( Foto: AFP Photo/Carl Cour )

Gedung Bank of England (BoE). ( Foto: AFP Photo/Carl Cour )

Bank of England Intervensi Pasar Obligasi

Kamis, 29 Sep 2022 | 12:12 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Bank of England (BoE) akan menangguhkan rencana awal penjualan surat utang minggu depan. Sebaliknya, untuk sementara akan mulai membeli obligasi-obligasi dengan jatuh tempo panjang guna meredam kekacauan di pasar, sebagai reaksi atas rencana kebijakan pemerintah untuk memangkas pajak dan menalangi tagihan biaya energi rumah tangga dan bisnis.

Dalam pernyataan pada Rabu (28/9), BoE mengatakan sedang memantau perubahan harga signifikan aset-aset Inggris dan global dalam beberapa hari terakhir. Gejolak ini paling keras memukul surat utang pemerintah jangka panjang.

“Jika disfungsi di pasar ini berlanjut atau memburuk maka bakal ada risiko material terhadap stabilitas keuangan Inggris. Hal ini akan mengarah pada pengetatan kondisi pembiayaan yang tidak beralasan dan pengurangan aliran kredit ke ekonomi riil. Sejalan dengan tujuan stabilitas keuangannya, Bank of England siap untuk memulihkan fungsi pasar dan mengurangi risiko dari penularan ke kondisi kredit untuk rumah tangga dan bisnis Inggris,” demikian penjelasan Bank of England, yang dilansir CNBC.

Baca Juga: BoE Naikkan Suku Bunga Terbesar dalam 27 Tahun

Advertisement

Laporan menyebutkan bahwa pada Rabu, BoE akan mulai pembelian sementara obligasi Pemerintah Inggris dengan masa jatuh tempo terlama untuk memulihkan kondisi pasar yang teratur. Dan ini bakal dilakukan pada skala apa pun yang diperlukan demi menenangkan pasar.

Diakui oleh Komite Kebijakan Keuangan (Financial Policy Committee/FPC) BoE pada Rabu, bahwa disfungsi di pasar emas menimbulkan risiko material bagi stabilitas keuangan negara dan memilih untuk mengambil tindakan segera.

“Target Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee/MPC) untuk mengurangi kepemilikan tahunan obligasinya sebesar 80 miliar pound tetap tidak berubah, di mana penjualan obligasi pertama – yang sebelumnya dijadwalkan Senin (3/10) – sekarang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober,” kata BoE.

Baca Juga: BoE: Kejatuhan Kripto Menunjukkan Perlunya Aturan yang Lebih Ketat

Sebagai informasi, imbal hasil obligasi Inggris dilaporkan berada di jalur kenaikan bulanan tertajam setidaknya sejak 1957. Ini karena para investor telah meninggalkan pasar pendapatan tetap Inggris pascapengumuman kebijakan fiskal baru. Bahkan langkah-langkah itu, termasuk sebagian besar pemotongan pajak yang tidak didanai telah menuai kritik global, termasuk dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Pemimpin oposisi Partai Buruh Keir Starmer mengatakan, kritik IMF atas kebijakan fiskal baru Inggris menunjukkan kekacauan yang dibuat oleh pemerintahan Perdana Menteri Liz Truss terhadap ekonomi.

“Saya pikir pernyataan IMF sangat serius dan itu menunjukkan betapa berantakannya ekonomi yang dibuat pemerintah, dan itu dilakukan sendiri. Ini adalah langkah yang tidak harus mereka ambil,” ujarnua kepada LBC Radio, yang dikutip Reuters.

Gubernur Bank of England (BOE), Andrew Bailey. ( Foto: bankofengland.co.uk )

Sedangkan juru bicara Departemen Keuangan (Depkeu) Inggris mengkonfirmasi, operasi itu telah diganti rugi sepenuhnya oleh depkeu dan mengatakan Menteri Keuangan (Menkeu) Kwasi Kwarteng berkomitmen pada independensi Bank of England.

“Pemerintah akan terus bekerja sama dengan BoE untuk mendukung stabilitas keuangan dan tujuan inflasi,” tambah juru bicara itu.

BoE sendiri mengatakan akan menerbitkan pemberitahuan untuk pasar yang berisi uraian rincian operasional program dengan segera.

Ada pun imbal hasil obligasi Inggris tenor 30 tahun dan 10 tahun dilaporkan turun lebih dari 30 basis poin setelah pengumuman tersebut.

Situasi Konfrontatif

Menanggapi langkah BoE, ahli strategi suku bunga senior di INGAntoine Bouvet berpendapat bahwa Bank of England mungkin perlu memperpanjang pembelian obligasi di luar periode dua minggu awal jika volatilitas di pasar obligasi berlanjut, dan bila kenaikan suku bunga tambahan tidak akan terjadi.

Menurut Bouvet segera setelah pengumuman tersebut, prioritas pertama BoE untuk saat ini adalah mengaktifkan fungsi pasar obligasi. Menunjukkan hasil terburuknya adalah kuasa penuh tanpa akses pasar dan tidak dapat mengamankan pembiayaan.

Baca Juga: Inflasi Inggris Tertinggi Baru dalam 40 Tahun, BoE Ditekan untuk Naikkan Suku Bunga

“Jelas pasar obligasi terjebak dalam situasi konfrontasi antara Bank of England dan Departemen Keuangan. Tidak persis seperti itu, tetapi sepertinya mereka bersaing, atau bekerja dengan tujuan yang berseberangan. Jadi Anda berada di dunia di mana Anda mengalami resesi dan BOE mencoba mendinginkan ekonomi dengan kenaikan. Di sisi lain Anda memiliki Departemen Keuangan yang mencoba melindungi ekonomi dari resesi itu dan menerapkan langkah-langkah fiskal yang bersifat inflasi,” demikian penjelasannya kepada CNBC.

Bouvet menambahkan, pernyataan dukungan Departemen Keuangan itu penting. Dia mencatat, pemerintah akan berusaha menghindari kesan bahwa pasar obligasi berada dalam situasi begitu banyak masalah sehingga memaksa Bank of England untuk menyelamatkan ekonomi.
 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com