Menu
Sign in
@ Contact
Search
Perdana Menteri Inggris Liz Truss membuka debat tentang biaya Energi Inggris di hadapan parlemen, pusat kota London dari tangkapan layar rekaman yang disiarkan oleh Unit Perekaman Parlemen Inggris (PRU) melalui situs web TV Parlemen pada 8 September 2022. (FOTO: PRU / AFP)

Perdana Menteri Inggris Liz Truss membuka debat tentang biaya Energi Inggris di hadapan parlemen, pusat kota London dari tangkapan layar rekaman yang disiarkan oleh Unit Perekaman Parlemen Inggris (PRU) melalui situs web TV Parlemen pada 8 September 2022. (FOTO: PRU / AFP)

PM Inggris Pertahankan Pemotongan Pajak yang Bikin Pounsterling Turun 1%

Kamis, 29 September 2022 | 19:38 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

LONDON, investor.id – Perdana Menteri (PM) Inggris Liz Truss pada Kamis (29/9) membela kebijakan pemotongan pajaknya setelah berhari-hari diam, di mana pasar merosot dan bank sentral Inggris (BoE) dipaksa melakukan intervensi darurat. Kebijakan tersebut membuat poundsterling turun 1%.

Pound terakhir turun 0,88% menjadi US$ 1,0791 setelah mencapai sesi terendah US$ 1,0764. Euro naik 0,18% terhadap sterling di 89,54 pence.

Sterling jatuh ke rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) US$ 1,0327 setelah menteri keuangan baru Kwasi Kwarteng mengumumkan rencana untuk memangkas pajak, terutama untuk orang kaya, dan mendongkrak pinjaman.

Poundsterling memantul pada Rabu (28/9) untuk ditutup pada US$ 1,0877 karena investor mencerna rencana BoE.

“Kami harus mengambil tindakan segera untuk membuat ekonomi kami tumbuh, membuat Inggris bergerak, dan juga menangani inflasi,” katanya dalam wawancara radio lokal BBC, Kamis.

“Dan tentu saja, itu berarti mengambil keputusan yang kontroversial dan sulit, tetapi saya siap melakukannya sebagai perdana menteri,” kata Truss dalam komentar pertamanya kepada media Inggris, sejak krisis yang dipicu oleh anggaran mini dirilis akhir pekan lalu.

Baca juga: S&P Global: Inggris Sudah Di Tengah Resesi

“Sangat penting bagi Inggris untuk berada di depan, bahwa kami menarik semua tuas yang kami bisa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Itulah yang kami dorong ke depan,” imbuhnya.

Berkuasa kurang dari sebulan, Truss sudah berada di bawah tekanan berat setelah pasar bereaksi terhadap pemotongan pajak pemerintahnya dengan mengirim poundsterling ke titik terendah sepanjang masa terhadap dolar.

Pasar Inggris tetap sangat fluktuatif, dengan intervensi bank sentral pada Rabu (28/9) yang membeli obligasi pemerintah untuk mencegah risiko material terhadap stabilitas.

BoE mengumumkan program dua minggu untuk membeli obligasi Inggris tenor panjang, awalnya dibatasi pada £ 65 miliar (US$ 71 miliar), karena dana pensiun Inggris bergegas menjual investasi agar tetap likuid.

Baca juga: Liz Truss Bekukan Tagihan Energi Selama 2 Tahun

Setelah poundsterling mencapai dolar rendah pada Senin (26/9) pagi, bank mengatakan tidak akan ragu-ragu mengubah suku bunga sebanyak yang diperlukan untuk mengekang inflasi yang tinggi.

Tetapi pihaknya juga mengisyaratkan bahwa mereka akan menunggu sampai pertemuan kebijakan berikutnya pada 3 November 2022, sebelum sepenuhnya menilai dampak dari rencana kontroversial pemerintah.

Para pemimpin oposisi telah menuntut agar Truss membatalkan konferensi tahunan Partai Konservatif yang dimulai Minggu (2/10) dan memanggil kembali parlemen terkait krisis tersebut.

Truss vs IMF

Pasar khawatir pemerintah Inggris tidak dapat mendanai komitmen pengeluarannya yang besar, setelah mengumumkan paket subsidi bahan bakar besar-besaran di samping pemotongan pajak.

Truss membela kebijakan fiskalnya, yang mencakup pemotongan pajak penghasilan tertinggi. Alasannya Inggris saat ini memiliki beban pajak tertinggi dalam 70 tahun.

Baca juga: Menkeu Inggris Umumkan 11 Aturan Pajak Baru

“Kami telah mengurangi pajak itu secara menyeluruh. Dan tentu saja orang-orang yang lebih mampu cenderung membayar lebih banyak pajak,” katanya.

Poundsterling tergelincir lagi pada Kamis, sementara mantan kepala BoE Mark Carney mengatakan pemerintah telah melemahkan lembaga keuangan.

“Sayangnya memiliki sebagian anggaran, dalam keadaan ini (yakni) ekonomi global yang sulit, posisi pasar keuangan yang sulit, bekerja di berbagai tujuan dengan bank telah menyebabkan pergerakan yang cukup dramatis di pasar keuangan,” katanya kepada BBC.

Tapi Truss bersikeras dia bekerja erat dengan bank sentral.

Dalam intervensi yang sangat tidak biasa pada Rabu, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pihaknya memantau dengan cermat perkembangan ekonomi Inggris dan mendesak pemerintah untuk mengubah taktik.

Disebutkan bahwa Truss dan menteri keuangannya Kwasi Kwarteng berusaha mengatasi kejutan energi dan mendorong pertumbuhan.

Baca juga: Inggris Resesi, Bank Sentral Naikkan Suku Bunga

“Namun, mengingat tekanan inflasi yang meningkat di banyak negara ... kami tidak merekomendasikan paket fiskal yang besar dan tidak tepat sasaran pada saat ini,” kata lembaga tersebut.

IMF menekankan pentingnya kebijakan fiskal tidak bekerja berlawanan dengan tujuan kebijakan moneter.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com