Jumat, 15 Mei 2026

Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis Berakhir di Wilayah Negatif

Penulis : Indah Handayani
30 Sep 2022 | 05:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi bursa Eropa
Sumber: Antara
ilustrasi bursa Eropa Sumber: Antara

LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis berakhir di wilayah negatif pada perdagangan Kamis (29/9/2022). Berbalik melemah dari keuntungan sehari sebelumnya.

Saham-saham Inggris dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London anjlok 123,80 poin (1,77%) menjadi menetap di 6.881,59 poin.

Indeks FTSE 100 bertambah 20,80 poin (0,30%) menjadi 7.005,39 poin pada Rabu (28/9/2022). Setelah melemah 36,36 poin (0,52%) menjadi 6.984,59 poin pada Selasa (27/9/2022). Terkerek 2,35 poin (0,03%) menjadi 7.020,95 poin pada Senin (26/9/2022).

ADVERTISEMENT

Evraz PLC, perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59%.

Sedangkan saham-saham Jerman dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt tergelincir 207,73 poin (1,71%) menjadi menetap di 11.975,55 poin.

Indeks DAX 40 terangkat 43,60 poin (0,36%) menjadi 12.183,28 poin pada Rabu (28/9/2022). Setelah terpangkas 88,24 poin (0,72%) menjadi 12.139,68 poin pada Selasa (27/9/2022). Merosot 56,27 poin (0,46%) menjadi 12.227,92 poin pada Senin (26/9/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, hanya lima saham yang berhasil mencatat keuntungan, sementara 34 saham mengalami kerugian dan satu saham diperdagangkan tidak berubah.

Porsche Automobil Holding SE, perusahaan induk industri otomotif yang menawarkan pengembangan, produksi, dan penjualan mobil bersama dengan jasa keuangannya menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya terjun 10,93%.

Sementara itu, saham-saham Prancis dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris merosot  88,14 poin (1,53%) menjadi menetap di 5.676,87 poin.

Indeks CAC 40 menguat 11,19 poin (0,19%) menjadi 5.765,01 poin pada Rabu (28/9/2022). Setelah jatuh 15,57 poin (0,27%) menjadi 5.753,82 poin pada Selasa (27/9/2022). Tergerus 14,02 poin (0,24%) menjadi 5.769,39 poin pada Senin (26/9/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, hanya tiga saham yang berhasil membukukan keuntungan, sementara 36 saham menderita kerugian dan satu saham diperdagangkan tidak berubah.

Alstom SA, sebuah perusahaan yang mengembangkan dan memasarkan sistem terintegrasi untuk sektor transportasi multinasional Prancis menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya terperosok 7,16%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia