Menu
Sign in
@ Contact
Search
Anggota delegasi terlihat di pintu masuk markas Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) selama Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-12 di Jenewa, Swiss pada 17 Juni 2022. (Foto: AFP/Fabrice Coffrini)

Anggota delegasi terlihat di pintu masuk markas Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) selama Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-12 di Jenewa, Swiss pada 17 Juni 2022. (Foto: AFP/Fabrice Coffrini)

WTO Pangkas Perkiraan Perdagangan Global 2023 di Bawah Bayangan Resesi

Kamis, 6 Oktober 2022 | 13:45 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JENEWA, investor.id – Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) secara dramatis menurunkan perkiraan perdagangan globalnya untuk 2023, karena perang Rusia di Ukraina dan guncangan lainnya berdampak pada ekonomi dunia.

“Hari ini, ekonomi global menghadapi krisis dengan banyak cabang. Pengetatan moneter membebani pertumbuhan di sebagian besar dunia,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) WTO Ngozi Okonjo-Iweala, dilansir dari AFP Kamis (6/10).

Ekonom WTO menyajikan revisi perkiraan perdagangan tahunan. Dikatakan, mereka masih mengantisipasi pertumbuhan ekonomi global naik 2,8% tahun ini yang sejalan dengan ekspektasi pada April 2022.

Baca juga: AS Kecam OPEC+ karena Kurangi Produksi Minyak Besar-Besaran

Tetapi mereka mengaku pada 2023 pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekarang diperkirakan hanya 2,3%, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,2%.

Sebagai perbandingan, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang telah mempertahankan perkiraan 2022 pada 3% sekarang memroyeksikan pertumbuhan 2,2% tahun depan.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,2% tahun ini dan 2,9% pada 2023.

Adapun perdagangan barang global, menurut ekonom WTO, tahun ini volumenya tumbuh 3,5% yang sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Mereka kemudian memperkirakan volume akan tumbuh hanya 1% pada 2023, turun drastis dari perkiraan 3,4% pada April 2022.

“Gambaran untuk 2023 telah sangat gelap,” kata Okonjo-Iweala.

WTO mengatakan lonjakan harga energi di Eropa, yang berasal dari perang di Ukraina, diperkirakan akan menekan pengeluaran rumah tangga dan meningkatkan biaya produksi di benua itu.

Sementara itu, pengetatan kebijakan moneter di AS memukul sektor perumahan, kendaraan bermotor, dan fixed investment sementara Tiongkok masih bergulat dengan wabah Covid-19 dan gangguan produksi.

Selanjutnya biaya impor yang meningkat untuk bahan bakar, makanan, dan pupuk berisiko menambah kerawanan pangan hingga tekanan utang di negara-negara berkembang, kata WTO.

Jika perkiraannya berhasil, perdagangan dunia akan sangat melambat tahun depan, tetapi masih akan terus tumbuh.

Baca juga: Korut Tembakkan 2 Rudal Balistik, Salahkan Latihan Militer AS

Badan perdagangan global menekankan ketidakpastian luas seputar perkiraan. “(Karena) perubahan kebijakan moneter di negara maju dan sifat perang Rusia Ukraina yang tidak dapat diprediksi,” tambahnya.

Jika situasinya memburuk, WTO memperingatkan bahwa pertumbuhan perdagangan tahun depan bisa rendah hingga minus 2,8%. Tetapi lembaga itu juga menekankan bahwa jika segala sesuatunya bergeser ke arah yang lebih positif, itu bisa mencapai 4,6%.

Pekan lalu Okonjo-Iweala memperingatkan bahwa perang Rusia di Ukraina, krisis iklim, harga pangan, guncangan energi, ditambah dampak pandemi Covid-19 menciptakan kondisi untuk resesi dunia.

“Sekarang kita harus menghadapi apa yang tampak seperti resesi yang akan datang,” katanya pada pembukaan forum publik tahunan WTO.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com