Jumat, 15 Mei 2026

Inflasi Pertahankan Cengkeraman di AS dengan Lompatan Baru

Penulis : Grace El Dora
14 Okt 2022 | 10:35 WIB
BAGIKAN
Pelanggan sedang berbelanja di toko bahan makanan di Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS) pada 13 Oktober 2022. (Foto: SCOTT OLSON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Pelanggan sedang berbelanja di toko bahan makanan di Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS) pada 13 Oktober 2022. (Foto: SCOTT OLSON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

NEW YORK, investor.id – Inflasi mempertahankan cengkramannya dan bertahan di ekonomi Amerika Serikat (AS) pada September 2022, menurut data pemerintah. Lompatan lebih tinggi dari perkiraan itu menambah hambatan yang dihadapi Partai Demokrat pimpinan Presiden AS Joe Biden sesaat sebelum pemilihan tengah semester.

Laporan indeks harga konsumen (CPI) ini merupakan yang terakhir sebelum pemungutan suara 8 November 2022 untuk memutuskan kendali Kongres. Data yang dirilis Kamis (Jumat pagi WIB) menunjukkan harga-harga di AS naik 0,4% pada September 2022 dibandingkan bulan sebelumnya. Angka itu dua kali lipat dari 0,2% yang diproyeksikan oleh analis. Kenaikan untuk makanan, perumahan, dan perawatan medis membebani konsumen.

Sementara tingkat inflasi tahunan sedikit melambat menjadi 8,2% dari 8,3%, menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja. Para analis mengungkapkan kekhawatiran yang meningkat bahwa tekanan harga telah menjadi lebih mengakar dalam perekonomian.

Biden menggembar-gemborkan “beberapa kemajuan dalam pertarungan”, tetapi mengakui bahwa harga masih terlalu tinggi. “Kami memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata biden, Jumat (14/10). Pasalnya, data yang mengecewakan mengatur panggung untuk kenaikan suku bunga lebih agresif oleh Federal Reserve (Fed) AS.

ADVERTISEMENT

Menyebut harga bahan bakar minyak (BBM) masih terlalu tinggi, Biden menambahkan bahwa dirinya akan lebih banyak bicara tentang itu minggu depan.

The Fed telah dalam kondisi kesulitan selama berbulan-bulan dalam mencoba menurunkan inflasi dari level tertinggi 40 tahun saat ini, tanpa memicu resesi yang merusak di ekonomi terbesar dunia itu.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN pada Selasa (11/10) Biden mengakui kemungkinan resesi ringan, tetapi mengatakan dia tidak berpikir itu mungkin.

Data terbaru menunjukkan inflasi inti, yang menghapus harga energi dan makanan, naik 0,6% pada September 2022 atau naik dari 0,4% yang diproyeksikan oleh para analis. Benchmark naik 6,6% untuk tahun ini, puncak empat dekade.

Data lain yang mengalami kenaikan harga pada September 2022 di antaranya asuransi kendaraan bermotor, perabot rumah tangga, dan biaya pendidikan. Data yang mengalami penurunan di antaranya mobil bekas dan pakaian jadi.

Isu Politis

Kandidat Partai Republik menyalahkan Biden atas kenaikan harga yang meluas, ketika mereka berusaha untuk memenangkan kembali kendali Kongres dari kubu Biden. Mereka mengaitkan harga BBM yang tinggi dengan perlawanan Demokrat terhadap pengeboran minyak dan gas baru, serta dengan upaya pemerintah untuk mengatasi perubahan iklim.

Menteri Keuangan Janet Yellen dan pejabat administrasi Biden lainnya telah membela kebijakan mereka, mengaitkan kenaikan harga dengan masalah rantai pasokan dan peristiwa tak terduga lainnya, seperti serangan Rusia ke Ukraina yang telah mendorong harga energi, gandum, dan komoditas lainnya.

Pada sebuah acara dengan pejabat Uni Eropa (UE), Yellen yang mantan gubernur Fed mencatat indikator yang menguntungkan. “Pada pelonggaran kemacetan rantai pasokan dan pelunakan tekanan pasar tenaga kerja. Kita perlu melihat kemajuan yang berkelanjutan. Dan menurunkan inflasi tetap jadi prioritas ekonomi nomor satu presiden,” jelasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia