Jumat, 15 Mei 2026

Update Perang di Ukraina: Rusia Hendak Mencabut Air dan Listrik Jelang Musim Dingin

Penulis : Grace El Dora
14 Okt 2022 | 17:30 WIB
BAGIKAN
Sebuah mobil pemadam kebakaran berdiri di depan gardu listrik yang terbakar saat memadamkan api pada 11 September 2022 di Kharkiv, Ukraina. Dua orang tewas setelah sebuah roket menghantam gardu listrik di pinggiran Kharkiv. (Foto: Global Images Ukraine / Getty Images News / Getty Images)
Sebuah mobil pemadam kebakaran berdiri di depan gardu listrik yang terbakar saat memadamkan api pada 11 September 2022 di Kharkiv, Ukraina. Dua orang tewas setelah sebuah roket menghantam gardu listrik di pinggiran Kharkiv. (Foto: Global Images Ukraine / Getty Images News / Getty Images)

KYIV, investor.id – Ukraina telah menghadapi serentetan serangan rudal Rusia pada infrastruktur energinya minggu ini, menyebabkan hilangnya pasokan air dan listrik secara luas. Serangan itu juga merusak jaringan komunikasinya dan memicu pemadaman listrik di kota-kota seluruh negeri.

Mereka mempengaruhi ratusan ribu warga Ukraina. Ada kekhawatiran bahwa serangan semacam itu dan kemungkinan pihak Rusia terus menargetkan infrastruktur penting, membuat warga sipil sangat rentan saat musim dingin mendekat.

“Angka terbaru yang kami miliki adalah bahwa sekitar 30% infrastruktur energi Ukraina telah rusak dan pemerintah melakukan segala yang mereka bisa untuk memastikan semuanya cepat dipulihkan,” kata Yuriy Sak, penasihat Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov, dilansir dari CNBC Jumat (14/10).

“Dengan datangnya musim dingin, serangan semacam itu dapat menimbulkan risiko besar bagi penduduk sipil,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Sirene serangan udara terdengar di beberapa wilayah di Ukraina awal pekan ini. Layanan darurat dan otoritas regional harus menangani korban jiwa, kerusakan, dan kehancuran yang disebabkan oleh serangan Rusia di ibu kota Kyiv di utara, kota besar Lviv di barat, Zaporizhzhia di selatan, dan Donbas di timur.

Serangan oleh Rusia secara luas dilihat sebagai pembalasan setelah ledakan yang merusak Jembatan Selat Kerch yang berharga. Jembatan itu menghubungkan daratan Rusia dengan Krimea (yang dianeksasi secara ilegal pada 2014) dan digunakan untuk memasok pasukannya di Ukraina selatan.

Pemerintah Ukraina tidak mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi itu tidak menghentikan pemerintah Rusia untuk melakukan serangkaian serangan terhadap infrastruktur penting dan sasaran sipil. Bangunan tempat tinggal masyarakat, pusat pendidikan, hingga ruang publik lainnya dirusak dan Rusia menyangkal bahwa pihaknya menargetkan lokasi tersebut.

Selama penembakan Rusia pada Senin (10/10) saja, sebanyak 10 pembangkit listrik termal dan 19 gardu listrik rusak berikut 54 bangunan tempat tinggal menurut Menteri Pembangunan Komunitas dan Wilayah Ukraina Oleksii Chernyshov.

“Ratusan ribu orang Ukraina kekurangan air, listrik, dan panas, sementara suhu rata-rata Ukraina sekitar 45 derajat Fahrenheit (sekitar 7 derajat Celcius) saat ini,” katanya pada Rabu (12/10), berpidato di sesi Dewan Atlantik.

Sejak 3 Oktober 2022, tambahnya, total 527 objek infrastruktur kritis di bidang pasokan panas telah rusak akibat agresi Rusia. “Tim saya dan saya sekarang bekerja untuk memulihkan infrastruktur sesegera mungkin ... namun kami kekurangan sumber daya,” ungkapnya

Chernyshov mengatakan bahwa Ukraina membutuhkan empat hal khusus untuk memastikan Ukraina dapat melewati apa yang disebutnya masa-masa sulit ini. Antara lain stasiun pengolahan air bergerak, pembangkit listrik termal bergerak, generator diesel atau gas, dan bahan bakar alternatif. Kebutuhan akan hal-hal ini, katanya, akan bertambah seiring waktu.

Pemerintah Ukraina sebelumnya menghentikan ekspor listrik ke Uni Eropa (UE) awal pekan ini, walaupun sempat dimulai kembali pada Juli 2022. Pemerintah juga meminta Ukraina untuk membatasi penggunaan energi mereka, terutama pada waktu-waktu penting.

Penargetan yang Disengaja

Pemerintah Rusia secara terbuka mengakui menargetkan infrastruktur energi Ukraina. Pada Selasa (11/10), Kementerian Pertahanan Rusia mengeluarkan pembaruan militer di aplikasi perpesanan Telegram, menyatakan bahwa pasukannya terus meluncurkan serangan besar-besaran menggunakan persenjataan berbasis udara dan laut jarak jauh presisi tinggi di fasilitas kontrol militer dan sistem energi Ukraina.

Pihak Ukraina, secara tidak mengejutkan, mengecam penargetan fasilitas energi Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Senin bahwa fasilitas energi di seluruh negeri telah terkena dan bahwa Rusia ingin menabur kepanikan dan kekacauan.

Pada Selasa, setelah serangan berikutnya pada fasilitas tersebut, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytryo Kuleba mengatakan tindakan seperti itu adalah kejahatan perang yang direncanakan dengan baik sebelumnya dan bertujuan untuk menciptakan kondisi yang tak tertahankan bagi warga sipil. “Strategi yang disengaja Rusia sejak berbulan-bulan,” tambahnya.

Pada Kamis (13/10), operator jaringan nasional Ukraina mengatakan bahwa listrik hampir seluruhnya telah pulih di negara itu. Namun, perusahaan energi nasional Ukrenergo memperingatkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memperbaiki pasokan dengan benar.

“Karyawan Ukrenergo sangat lelah tetapi sangat puas, karena mereka memulihkan pasokan listrik setelah serangan terbesar pada sistem tenaga negara merdeka dalam sejarah dunia,” kata Ukrenergo dalam sebuah unggahan di Telegram.

Ukrenegro mengatakan bahwa serangan Rusia ini adalah yang terbesar dari jenisnya dalam sejarah modern. “Sebelum Perang Dunia II, tidak ada jaringan listrik canggih seperti itu, dan setelah Perang Dunia II tidak ada serangan militer skala besar yang menargetkan infrastruktur listrik,” jelasnya.

Operator energi juga memperingatkan bahwa meskipun telah mampu memulihkan pasokan listrik yang hilang. “Ini tidak berarti bahwa kami telah memulihkan semua yang hancur dan rusak,” kata dia.

“Kami telah menemukan cara untuk menyediakan arus, tetapi masih ada banyak pekerjaan di depan,” demikian peringatannya. Ukrenegro meminta warga Ukraina untuk menggunakan listrik dengan bijak, terutama pada jam sibuk di pagi dan sore hari.

Tercatat bahwa 700 pekerja energi Ukrenergo di 40 tim perbaikan bekerja untuk memulihkan jaringan setiap saat. “Tolong bantu mereka. Jangan terlalu banyak menyalakan dan jangan menggunakan banyak peralatan listrik pada saat yang bersamaan,” tambahnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia