Jumat, 15 Mei 2026

AS: Pasokan Drone Iran ke Rusia Langgar Resolusi PBB

Penulis : Grace El Dora
18 Okt 2022 | 13:33 WIB
BAGIKAN
Pesawat nirawak (drone) terlihat selama latihan tempur drone skala besar Angkatan Darat Republik Islam Iran di Semnan, Iran pada 4 Januari 2021. (Foto: ANTARA/Tentara Iran/WANA via REUTERS/as)
Pesawat nirawak (drone) terlihat selama latihan tempur drone skala besar Angkatan Darat Republik Islam Iran di Semnan, Iran pada 4 Januari 2021. (Foto: ANTARA/Tentara Iran/WANA via REUTERS/as)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menekankan penilaian Inggris dan Perancis bahwa pasokan pesawat nirawak (drone) Iran ke Rusia akan melanggar resolusi 2231 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Vedant Patel.

“Sebelumnya pada hari ini, sekutu Prancis dan Inggris secara terbuka memberi penilaian bahwa penyuplaian UAV Iran (untuk) Rusia melanggar resolusi 2231 Dewan PBB,” kata Patel, dilansir dari Antara pada Selasa (18/10).

Ia merujuk pernyataannya itu pada kendaraan udara tak berawak (UAV) atau drone. “Inilah yang kami sepakati,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Otoritas Ukraina melaporkan sejumlah serangan Rusia yang menggunakan drone Shahed-136 buatan Iran dalam beberapa pekan terakhir. Namun pihak Iran membantah telah memasok drone ke Rusia, sementara Kremlin tidak berkomentar.

Resolusi 2231 mengesahkan kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan enam negara yakni Tiongkok, Prancis, Jerman, Rusia, dan AS.

Kesepakatan itu membatasi aktivitas pengayaan uranium Iran, hingga menyulitkan pemerintah Iran untuk mengembangkan senjata nuklir sambil mengupayakan pencabutan sanksi internasional.

Di bawah ketentuan resolusi tersebut, embargo senjata konvensional terhadap Iran diberlakukan sampai Oktober 2020.

Terlepas dari upaya pemerintah AS di bawah kepemimpinan mantan presiden Donald Trump, presiden yang mengeluarkan AS dari kesepakatan pada 2018, untuk memperpanjang embargo senjata, Dewan Keamanan menolak keinginan itu. Ini akan memungkinkan Iran untuk melanjutkan ekspor senjata.

Namun, sejumlah diplomat Barat mengatakan bahwa resolusi tersebut masih mencakup pembatasan terhadap rudal dan teknologi terkait yang berlangsung sampai Oktober 2023 dan mencakup ekspor serta pembelian sistem militer canggih seperti drone.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia