Resesi Membayangi Jerman, Investor di Level Rendah
FRANKFURT, investor.id – Kepercayaan investor Jerman naik tipis pada Oktober 2022 tetapi tetap pada level rendah, menurut survei utama pekan ini. Ekonomi utama Eropa itu kini bersiap menghadapi resesi yang dipicu oleh melonjaknya biaya energi.
Indeks ekspektasi ekonomi dari lembaga ZEW secara tak terduga naik tipis menjadi minus 59,2 poin, dari minus 61,9 poin pada September 2022.
Analis telah memperkirakan penurunan bulan keempat berturut-turut untuk Oktober 2022, karena rekor inflasi tinggi dan meroketnya harga energi setelah perang Ukraina membebani ekonomi Jerman.
Namun Presiden ZEW Achim Wambach mengatakan meskipun ekspektasi responden sedikit membaik untuk enam bulan mendatang, proyeksinya secara keseluruhan tetap suram.
Dia mencatat bahwa survei, di mana angka negatif berarti sebagian besar investor pesimis, juga mencatat penurunan tajam kepercayaan investor tentang situasi ekonomi Jerman saat ini.
Angka itu turun 11,7 poin di Oktober 2022 menjadi minus 72,2 poin.
“Situasi ekonomi saat ini sekali lagi dinilai secara signifikan lebih buruk dari bulan sebelumnya,” kata Wambach dalam sebuah pernyataan, Selasa (19/10).
“Kemungkinan produk domestik bruto (PDB) riil akan turun dalam enam bulan ke depan pun meningkat pesat. Secara keseluruhan, prospek ekonomi kembali memburuk,” jelasnya.
Pemerintah Jerman pada pekan lalu mengatakan negara itu diperkirakan turun ke dalam resesi tahun depan dan menyusut 0,4% karena dampak dari perang Rusia di Ukraina.
Seperti negara-negara Eropa lainnya, Jerman bersiap menghadapi krisis energi musim dingin ini. Sebelumnya pemerintah Rusia menutup pipa gas Nord Stream 1 yang penting, membuat pembangkit tenaga listrik industri berebut mendiversifikasi pasokan.
Kemungkinan Resesi Terdalam
“Jerman sudah terpukul lebih keras daripada kebanyakan negara maju lainnya ... mengingat ketergantungannya yang kuat pada gas dalam pembangkit energi, sektor industri besar-besaran yang intensif energi, dan ketergantungan pada ekspor,” kata ekonom Franziska Palmas dari Capital Economics.
“Kami terus memperkirakan Jerman akan mengalami resesi terdalam di antara negara-negara zona euro dalam beberapa bulan mendatang,” tambahnya.
Pemerintah Jerman telah menjanjikan dana energi 200 miliar euro (US$ 198 miliar) untuk melindungi dampak pada rumah tangga dan bisnis.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

