Jumat, 15 Mei 2026

Resesi Membayangi Jerman, Investor di Level Rendah

Penulis : Grace El Dora
19 Okt 2022 | 14:02 WIB
BAGIKAN
Menara pendingin (Belakang) dari pembangkit listrik tenaga nuklir Emsland pada 12 Januari 2022 di Lingen, Jerman barat. (FOTO: INA FASSBENDER / AFP)
Menara pendingin (Belakang) dari pembangkit listrik tenaga nuklir Emsland pada 12 Januari 2022 di Lingen, Jerman barat. (FOTO: INA FASSBENDER / AFP)

FRANKFURT, investor.id – Kepercayaan investor Jerman naik tipis pada Oktober 2022 tetapi tetap pada level rendah, menurut survei utama pekan ini. Ekonomi utama Eropa itu kini bersiap menghadapi resesi yang dipicu oleh melonjaknya biaya energi.

Indeks ekspektasi ekonomi dari lembaga ZEW secara tak terduga naik tipis menjadi minus 59,2 poin, dari minus 61,9 poin pada September 2022.

Analis telah memperkirakan penurunan bulan keempat berturut-turut untuk Oktober 2022, karena rekor inflasi tinggi dan meroketnya harga energi setelah perang Ukraina membebani ekonomi Jerman.

ADVERTISEMENT

Namun Presiden ZEW Achim Wambach mengatakan meskipun ekspektasi responden sedikit membaik untuk enam bulan mendatang, proyeksinya secara keseluruhan tetap suram.

Dia mencatat bahwa survei, di mana angka negatif berarti sebagian besar investor pesimis, juga mencatat penurunan tajam kepercayaan investor tentang situasi ekonomi Jerman saat ini.

Angka itu turun 11,7 poin di Oktober 2022 menjadi minus 72,2 poin.

“Situasi ekonomi saat ini sekali lagi dinilai secara signifikan lebih buruk dari bulan sebelumnya,” kata Wambach dalam sebuah pernyataan, Selasa (19/10).

“Kemungkinan produk domestik bruto (PDB) riil akan turun dalam enam bulan ke depan pun meningkat pesat. Secara keseluruhan, prospek ekonomi kembali memburuk,” jelasnya.

Pemerintah Jerman pada pekan lalu mengatakan negara itu diperkirakan turun ke dalam resesi tahun depan dan menyusut 0,4% karena dampak dari perang Rusia di Ukraina.

Seperti negara-negara Eropa lainnya, Jerman bersiap menghadapi krisis energi musim dingin ini. Sebelumnya pemerintah Rusia menutup pipa gas Nord Stream 1 yang penting, membuat pembangkit tenaga listrik industri berebut mendiversifikasi pasokan.

Kemungkinan Resesi Terdalam

“Jerman sudah terpukul lebih keras daripada kebanyakan negara maju lainnya ... mengingat ketergantungannya yang kuat pada gas dalam pembangkit energi, sektor industri besar-besaran yang intensif energi, dan ketergantungan pada ekspor,” kata ekonom Franziska Palmas dari Capital Economics.

“Kami terus memperkirakan Jerman akan mengalami resesi terdalam di antara negara-negara zona euro dalam beberapa bulan mendatang,” tambahnya.

Pemerintah Jerman telah menjanjikan dana energi 200 miliar euro (US$ 198 miliar) untuk melindungi dampak pada rumah tangga dan bisnis.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia