PBB: Rusia Tolak Bantuan ke Daerah Kekuasaannya di Ukraina
PBB, investor.id – Koordinator kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Ukraina mengatakan bahwa pemerintah Rusia tidak memberikan akses ke daerah-daerah yang dikuasainya. Padahal, PBB hendak memberikan bantuan saat menjelang musim dingin dan jutaan orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
“Tanggapan dari pihak Ukraina hampir selalu positif. Sayangnya, di pihak Rusia, permintaan (akses) itu selalu ditolak,” kata Denise Brown kepada awak media di markas PBB, Amerika Serikat (AS).
Saat pertempuran terus berlanjut di wilayah timur dan selatan Ukraina, pemerintah Rusia meluncurkan sederet serangan terhadap sejumlah kota di Ukraina dalam dua pekan terakhir. Rentetan serangan menyebabkan puluhan korban jiwa, melukai puluhan orang, juga menghancurkan infrastruktur vital.
Sekitar 680 korban warga sipil tercatat di Ukraina sejak 1-16 Oktober 2022, menurut Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.
Brown menuturkan serangan baru-baru ini telah mengurangi mobilitas badan yang dipimpinnya, sekaligus memperlambat tanggapan kemanusiaan.
“Terjadi kerusakan yang cukup parah, cukup parah. Ketika saya berdiri di gedung-gedung yang telah hancur lebur, itu benar-benar nyata. Nyata,” katanya.
Ia ditanya tentang berapa lama waktu yang diperlukan untuk membangun kembali negara tersebut.
“Ketika Anda berdiri di depan gedung-gedung ini, yang benar-benar hancur, puing-puing bangunan di banyak wilayah, ini tidak untuk tahun depan. Ini untuk waktu yang begitu lama. Berapa lama. Saya tidak tahu, tetapi tidak untuk saat ini,” lanjutnya.
Adapun pasukan Ukraina berhasil membuat kemajuan di wilayah-wilayah pendudukan sejak perang dimulai pada 24 Februari 2022.
Pemerintah Rusia mengerahkan lebih banyak tentara cadangan dan mencaplok empat wilayah Ukraina yakni Kherson, Zaporizhzhia, Donetsk, dan Luhansk menyusul apa yang disebut komunitas internasional sebagai referendum “palsu”.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






