Elon Musk Berencana Pangkas 75% Tenaga Kerja Twitter
SAN FRANCISCO, investor.id – Elok Musk berencana untuk memberhentikan sebagian besar tenaga kerja Twitter jika ia resmi menjadi pemilik perusahaan media sosial, menurut sebuah laporan oleh The Washington Post.
Musk telah mengatakan kepada calon investor dalam pembelian Twitter bahwa ia berencana untuk memotong hampir 75% dari basis karyawan Twitter dari 7.500 pekerja, menurut laporan Kamis (20/10). Surat kabar itu mengutip dokumen dan sumber tanpa nama yang mengetahui pertimbangan tersebut.
Twitter yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat (AS), dan perwakilan untuk pengacara Musk Alex Spiro tidak segera menanggapi pesan untuk komentar.
Sementara pemotongan jumlah pekerja sudah diperkirakan, besarnya pemotongan yang direncanakan Musk jauh lebih ekstrem daripada apa pun yang direncanakan Twitter. Musk sendiri sempat menyinggung perlunya memusnahkan beberapa staf perusahaan tetapi dia belum memberikan angka spesifik, setidaknya tidak secara publik.
“Pemangkasan jumlah karyawan 75% akan menunjukkan, setidaknya di luar gerbang, arus kas bebas yang lebih kuat dan profitabilitas, yang akan menarik bagi investor yang ingin masuk ke dalam kesepakatan,” kata analis Wedbush Dan Ives, Jumat (21/10).
Ives menambahkan bahwa pengurangan drastis dalam tenaga kerja Twitter kemungkinan akan membuat perusahaan mundur bertahun-tahun.
Sementara itu, para ahli, organisasi nirlaba, dan bahkan staf Twitter sendiri telah memperingatkan bahwa menarik kembali investasi pada moderasi konten dan keamanan data dapat merugikan Twitter dan penggunanya.
Dengan pengurangan sedrastis yang mungkin direncanakan Musk, platform tersebut dapat dengan cepat dibanjiri konten dan spam berbahaya. Padahal CEO Tesla telah mengatakan bahwa dirinya sendiri akan menangani isu ini, jika ia menjadi pemilik perusahaan.
Setelah tawaran awal senilai US$ 44 miliar pada April 2022 untuk membeli Twitter, Musk mundur dari kesepakatan tersebut dengan alasan Twitter salah mengartikan jumlah akun “bot spam” palsu di platform media sosial itu.
Twitter menggugat dan saat ini hakim Delaware memberi kedua belah pihak waktu hingga 28 Oktober 2022 untuk menyelesaikan rinciannya. Jika tidak, akan ada sesi pengadilan pada November 2022.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler



