Jumat, 15 Mei 2026

Update Perang di Ukraina: Rusia Dilaporkan Berencana Menyerang Bendungan Besar

Penulis : Grace El Dora
24 Okt 2022 | 15:48 WIB
BAGIKAN
Gambar selebaran ini dirilis pada 22 Oktober 2022 oleh saluran Telegram kepala Administrasi Negara Regional Rivne Vitaliy Koval, menunjukkan petugas memadamkan api di infrastruktur energi yang rusak akibat serangan rudal di wilayah Rivne, Ukraina. (Foto: Handout / Vitaliy Koval Telegram Channel / AFP)
Gambar selebaran ini dirilis pada 22 Oktober 2022 oleh saluran Telegram kepala Administrasi Negara Regional Rivne Vitaliy Koval, menunjukkan petugas memadamkan api di infrastruktur energi yang rusak akibat serangan rudal di wilayah Rivne, Ukraina. (Foto: Handout / Vitaliy Koval Telegram Channel / AFP)

KYIV, investor.id – Inilah ringkasan terbaru dari apa yang terjadi di Ukraina hari ini.

1. Pemerintah Rusia menolak mengatakan apakah Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan pasukan untuk mundur dari Kherson.

2. Pihak Ukraina mengatakan Rusia berencana meledakkan bendungan besar dan menyebabkan bencana sejarah.

3. Sekretaris pertahanan Amerika Serikat (AS) dan Rusia mengadakan panggilan pertama dalam lima bulan.

ADVERTISEMENT

4. Pemerintah Inggris di antara mereka yang menyerukan penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas penggunaan pesawat tak berawak Iran oleh Rusia.

5. Otoritas Ukraina menyindir Dmitry Medvedev dalam komunikasi di media sosial Twitter dengan Elon Musk.

Dmitry Anatolyevich Medvedev adalah politisi Rusia yang menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia sejak 2020. Medvedev juga menjabat sebagai presiden Rusia antara 2008 dan 2012, serta perdana menteri Rusia antara 2012 dan 2020.

6. Vladimir Putin dilaporkan tengah menembakkan senapan sniper di kamp pelatihan Rusia.

7. Pemerintah Rusia menuduh Ukraina berencana menggunakan ‘bom kotor’ atau bahan peledak konvensional yang dicampur dengan bahan radioaktif.

Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu melakukan serangkaian panggilan telepon ke rekan-rekannya dari Inggris, Prancis, dan Turki. Ia menggambarkan “situasi memburuk dengan cepat" dan melakukan tuduhan yang tanpa bukti.

Patut diingat bahwa Ukraina tidak memiliki senjata nuklir, sementara Rusia mengatakan dapat melindungi wilayahnya dengan persenjataan nuklirnya.

8. Pakar dari negara-negara Barat khawatir bahwa pilihan Rusia untuk aneksasi lebih banyak bagian Ukraina dapat digunakan sebagai dalih bagi pemerintah Rusia untuk mengklaim bahwa mereka melindungi wilayahnya sendiri.

Pemerintah Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis kemudian merilis pernyataan bersama yang mengatakan bahwa pihaknya menolak peringatan Rusia tentang ‘bom kotor’.

“Kami, para menteri luar negeri Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat, menegaskan kembali dukungan teguh kami untuk kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia yang sedang berlangsung. Kami tetap berkomitmen terus mendukung upaya Ukraina mempertahankan wilayahnya untuk sementara waktu, selama yang dibutuhkan,” tulisnya, Senin (24/10).

Pihak Ukraina juga mengecam tuduhan Rusia, dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina Dmytro Kuleba menolaknya dan mengatakan tuduhan itu tidak masuk akal dan berbahaya.

“Rusia kerap menuduh orang lain atas apa yang mereka rencanakan sendiri,” katanya.

9. Otoritas yang dipasang Rusia mengumumkan milisi lokal di Kherson. Semua pria yang tersisa di Kherson yang dikuasai Rusia didorong untuk bergabung dengan milisi lokal yang baru diumumkan. Pihaknya telah memerintahkan warga sipil lainnya untuk mengungsi, dengan mengatakan bahwa mereka harus “menyelamatkan nyawa Anda” dan agar kembali ke Kherson di kemudian hari.

Kherson, yang dianeksasi oleh Rusia bulan lalu, adalah target utama bagi Rusia dan Ukraina karena lokasinya di tepi barat Sungai Dnieper.

Menjelang pertempuran yang diperkirakan terjadi di kota itu, sekitar 25.000 orang dilaporkan telah dievakuasi.

10. Sepanjang akhir pekan lalu, Rusia menembakkan lebih banyak rudal dan drone ke kota selatan Mykolaiv yang dikuasai Ukraina, menghancurkan satu blok flat. Rusia juga terus menyerang infrastruktur energi dan militer Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan itu terjadi dalam skala yang sangat luas.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia