Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Menguat Ditopang Laporan Keuangan Perusahaan AS

Penulis : Grace El Dora
26 Okt 2022 | 07:40 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi sejumlah pialang terlibat diskusi di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. (FOTO: ANTARA/REUTERS/Brendan/aa)
Ilustrasi sejumlah pialang terlibat diskusi di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. (FOTO: ANTARA/REUTERS/Brendan/aa)

NEW YORK, investor.id – Saham Wall Street kembali menguat untuk sesi ketiga berturut-turut pada Selasa (Rabu pagi WIB). Pasar ditopang oleh penurunan imbal hasil (yield) obligasi Treasury pemerintah Amerika Serikat (AS) dan laporan keuangan perusahaan secara umum solid.

Indeks kepercayaan konsumen (CCI) melemah lebih dari yang diantisipasi pada Oktober 2022 karena kekhawatiran tentang biaya hidup meningkat.

Data terbaru menunjukkan perlambatan ekonomi AS, sebuah dinamika yang disambut pasar secara paradoks karena prospek moderasi dalam kebijakan Federal Reserve (Fed).

Investor senang melihat penurunan yield obligasi Treasury AS tenor 10 tahun, proksi untuk kebijakan moneter Fed.

ADVERTISEMENT

“Apa yang ditawarkannya adalah konfirmasi bahwa apa yang coba dicapai The Fed mulai berhasil,” kata Art Hogan, analis di B. Riley Financial pada Rabu (26/10).

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 1,1% pada level 31.836,74.

S&P 500 berbasis luas naik 1,6% menjadi 3.859,11, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi melonjak 2,3% menjadi 11.199,12.

Hogan juga mengatakan bahwa pendapatan perusahaan sejauh ini lebih baik daripada yang ditakuti, memberi pasar lebih banyak ruang untuk berjalan.

Di antara perusahaan individu, saham Coca-Cola naik 2,5% setelah perusahaan melaporkan laba yang lebih tinggi sebagian didorong oleh kenaikan harga. Namun, eksekutif Coca-Cola menunjukkan tanda-tanda bahwa konsumen mulai merasakan tekanan dari inflasi.

Saham General Motors juga terdorong lebih tinggi, naik 3,6% menyusul keuntungan yang lebih baik dari perkiraan karena produsen mobil itu mengatakan masih melihat permintaan konsumen yang kuat untuk mobil.

Tetapi saham General Electric turun 0,5% setelah melaporkan kerugian kuartalan sebesar US$ 55 juta dan menurunkan prospek setahun penuh karena bergulat dengan biaya yang lebih tinggi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia