Biden dan Xi Jadi Pusat Perhatian di G20 Bali, Ini Penjelasannya
NUSA DUA, investor.id – Para pemimpin dari 20 ekonomi terbesar dunia tiba di Nusa Dua, Bali pada Senin (14/11) untuk reuni pasca pandemi. Persaingan Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) membayangi pertemuan pemimpin negara adidaya tersebut, antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang jadi pusat perhatian di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Berikut ini penjelasannya.
Orang-orang di seluruh dunia telah merasakan gigitan tingginya harga makanan dan bahan bakar. Sementara itu, Ukraina terperosok dalam konflik dan ancaman perang nuklir yang mengancam dari Rusia. Pekan ini para pemimpin negara anggota G20 akan melihat apa, jika ada, yang dapat mereka setujui untuk dilakukan.
Ini adalah pertemuan terbesar kelompok pemimpin sejak pandemi dimulai. Tapi ini bukan reuni yang menyenangkan.
Selama tiga tahun terakhir, persaingan antara Tiongkok dan AS telah meningkat tajam karena pemerintah Tiongkok menjadi lebih kuat dan lebih tegas untuk menggantikan tatanan pimpinan AS yang telah berlaku sejak Perang Dunia II.
Pertemuan tatap muka Senin antara Biden dan Xi di pinggiran G20 memiliki suasana pertemuan seperti saat Perang Dingin antara para pemimpin Amerika dan Soviet di Potsdam, Wina, atau Yalta yang menentukan nasib jutaan orang.
Biden telah berbicara tentang pertemuan yang menetapkan “garis merah” masing-masing negara, dengan harapan persaingan tidak meluas menjadi konfrontasi dan konflik.
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan Biden akan benar-benar terus terang dan langsung dalam pembahasan dengan Xi dan mengharapkan hal yang sama sebagai balasannya.
Para pejabat mengatakan dirinya juga akan mendorong Tiongkok untuk mengekang sekutu Korea Utara (Korut), setelah serentetan uji coba rudal yang memecahkan rekor. Sejumlah uji coba tersebut telah menimbulkan kekhawatiran bahwa pemerintah Korut akan segera melakukan uji coba nuklir ketujuh.
Xi mungkin sedang tidak ingin membantu. Dia memasuki pertemuan setelah baru-baru ini mengamankan masa jabatan ketiga yang penting, mengokohkannya sebagai pemimpin Tiongkok yang paling kuat selama beberapa generasi terakhir.
Sementara itu, Biden didorong oleh berita bahwa Partai Demokratnya mempertahankan kendali atas Senat AS setelah tampil lebih baik dari yang diharapkan pada pemilihan paruh waktu, meskipun politik dalam negerinya tetap bergejolak.
Kursi Kosong
Akan ada satu ketidakhadiran yang mencolok di sekitar meja pertemuan, yakni Presiden Rusia Vladimir Putin.
Serangannya yang gagal selama sembilan bulan ke Ukraina telah membuat perjalanan ke Bali sulit secara logistik dan sarat politik.
Dengan anggota lingkaran dalamnya bertengkar di depan umum dan otoritas domestiknya yang dulu ketat ternoda, Putin malah memilih untuk mengirim menteri luar negeri veteran Sergei Lavrov.
Secara resmi, baik perang di Ukraina maupun ancaman gelap Putin untuk menggunakan senjata nuklir tidak ada dalam agenda pertemuan puncak.
Tapi sementara mantan KGB tidak akan berada di meja puncak, perangnya pasti ada di dalam pembahasan.
Melonjaknya harga energi dan pangan telah memukul anggota G20 yang kaya dan miskin, keduanya secara langsung dipicu oleh konflik.
Kemungkinan akan ada tekanan pada Rusia untuk memperpanjang kesepakatan yang memungkinkan pengiriman biji-bijian dan pupuk Ukraina melalui Laut Hitam, ketika perjanjian saat ini berakhir pada 19 November.
Setidaknya, Biden dan sekutunya juga ingin melihat G20 menjelaskan kepada Putin bahwa perang nuklir tidak dapat diterima.
Bahkan posisi yang tadinya tidak kontroversial itu kemungkinan besar akan diblokir oleh campuran oposisi Rusia, serta keengganan Tiongkok untuk memutuskan hubungan dengan sekutunya di Rusia atau memberi AS kemenangan.
Pada pertemuan baru-baru ini dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz, Xi mengatakan bahwa perang nuklir tidak dapat dimenangkan dan tidak boleh dilakukan.
Ryan Hass, mantan direktur Tiongkok di Dewan Keamanan Nasional AS, mengatakan Xi kemungkinan besar tidak akan murah hati dalam pertemuannya dengan Biden.
“Dia tidak ingin dianggap memenuhi permintaan dari Biden, baik tentang Ukraina, penggunaan nuklir, Korea Utara, atau masalah lainnya,” kata Hass kepada AFP.
Penolakan Rusia
G20 adalah kelompok berbeda dan berat yang lahir pada 1999 setelah krisis keuangan Asia. Selama ini, pertemuan G20 selalu nyaman membahas keuangan dan ekonomi daripada keamanan.
Rusia ingin tetap seperti itu.
“Kami dengan tegas menolak politisasi G20,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia Minggu (13/11). Pihaknya menawarkan gambaran tentang apa yang mungkin didengar para pemimpin G20 dari Lavrov yang dikenal keras kepala.
“Kami yakin bahwa G20 dimaksudkan untuk secara khusus menangani masalah sosial ekonomi,” lanjutnya.
Tuan rumah Indonesia, yang masih berhati-hati untuk tidak memihak Tiongkok atau AS, tidak yakin para pemimpin akan mampu memecahkan kebuntuan.
Serangkaian pertemuan tingkat menteri G20 menjelang KTT gagal menyepakati komunike bersama akhir, sebuah tradisi yang terdengar prosedural yang dapat menjadi penting dalam mendorong kerja sama.
“Sejujurnya, saya pikir situasi global tidak pernah serumit ini,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjelang KTT.
“Jika pada akhirnya (G20) para pemimpin tidak membuat komunike, ya sudah, tidak apa-apa,” kata Luhut.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



