Jumat, 15 Mei 2026

Elon Musk Balas Sindiran Raja Horor Stephen King

Penulis : Surya Lesmana
24 Nov 2022 | 21:53 WIB
BAGIKAN
Halaman profil Twitter milik Elon Musk. (Foto: Nurphoto / Getty Images)
Halaman profil Twitter milik Elon Musk. (Foto: Nurphoto / Getty Images)

SAN FRANCISCO, investor.id – Penulis fiksi si raja horor Stephen King baru saja menyindir Twitter yang kini berada di bawah bos baru, Elon Musk. Penulis buku laris itu rupa-rupanya mengamati apa yang terjadi di platform media sosial tersebut yang mulai ditinggal pengiklan, setelah banyak perusahaan menghentikan pengeluaran mereka.

“Sebentar lagi satu-satunya pengiklan yang tersisa di Elon Musk Twitter adalah My Pillow,” cuit Stephen King.

Elon Musk yang melihat cuitan itu menjawab, "Oh hai lol."

ADVERTISEMENT

Dalam tweet lanjutan, Elon Musk mengatakan dia ‘ingin tahu’ tentang kualitas MyPillow yang menanyakan apakah itu ‘benar-benar bantal yang bagus.

Elon Musk kemudian menulis cuitan lagi, “Judul: 'Tweet Stephen King Menyebabkan Penjualan MyPillow Meroket!' Lmaoooo.”

Stephen King tidak berinteraksi dengan cuitan Elon Musk.

Namun diketahui, ini bukan pertama kalinya keduanya saling membalas cuitan di platform tersebut.

Pada bulan Oktober lalu, Stephen King memprotes rencana Elon Musk untuk menagih pengguna Twitter sebesar US$ 20 untuk mendapatkan tanda centang biru tanda akun terverifikasi.

“US$ 20 sebulan untuk menyimpan centang biru saya? Persetan, mereka harus membayarku. Jika itu dilembagakan, saya akan pergi seperti Enron,” cuit Stephen King.

Elon Musk menjawab dengan proposal balasan dan menurunkan harga langganan Twitter Blue menjadi US$ 8.

“Kita harus membayar tagihan entah bagaimana! Twitter tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pengiklan. Bagaimana dengan US$ 8?” cuit Elon Musk.

Pengguna Twitter sekarang bisa mendapatkan tanda centang biru di sebelah nama pengguna mereka ketika mereka berlangganan Twitter Blue dengan harga bulanan US$ 8.

Namun, ketika opsi tersebut tersedia, banyak yang menggunakannya untuk menyamar sebagai perusahaan lain dan menjadi tidak terkendali. Fitur tersebut telah ditunda pelayanannya.

“Menunda peluncuran kembali Blue Verified sampai ada keyakinan tinggi untuk menghentikan peniruan,” katanya.

“Mungkin akan menggunakan pemeriksaan warna yang berbeda untuk organisasi daripada individu.”

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia