Menu
Sign in
@ Contact
Search
Halaman profil Twitter milik Elon Musk terlihat di ponsel Apple iPhone. (Foto: Nurphoto / Getty Images)

Halaman profil Twitter milik Elon Musk terlihat di ponsel Apple iPhone. (Foto: Nurphoto / Getty Images)

Elon Musk Umumkan “Amnesti” untuk Akun Twitter yang Dilarang

Jumat, 25 November 2022 | 11:14 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SAN FRANCISCO, investor.id – Elon Musk mengumumkan pembukaan kembali atau “amnesti” bagi banyak akun Twitter yang sebelumnya ditangguhkan. Akun-akun ini diizinkan kembali aktif di platform tersebut, setelah banyak pengguna yang menanggapi jajak pendapat informal oleh pemilik baru itu. Musk memilih untuk mendukung langkah tersebut.

Pengumuman itu muncul saat Musk menghadapi penolakan bahwa kriterianya untuk moderasi konten tunduk pada keinginan pribadinya. Pemulihan hanya diberikan untuk akun tertentu.

“Orang-orang telah berbicara. Amnesti dimulai minggu depan,” cuit Musk, menanggapi jajak pendapat tersebut, dilansir dari AFP pada Jumat (25/11).

Baca juga: Elon Musk Balas Sindiran Raja Horor Stephen King

Vox Populi, Vox Dei,” tambahnya. Musk mengulangi pepatah Latin yang berarti “Suara rakyat adalah suara Tuhan” yang dia gunakan saat berbicara tentang jajak pendapat Twitter lainnya.

Dari 3,16 juta responden pertanyaan jajak pendapat Musk pada Rabu (23/11), sebanyak 72,4% mengatakan Twitter harus mengizinkan akun yang ditangguhkan kembali di Twitter selama mereka tidak melanggar hukum atau terlibat dalam spam yang mengerikan, tulis Musk.

Itu adalah jenis poling informal “ya / tidak” yang sama dari pengguna Twitter, direncanakan Musk untuk memutuskan mendukung pemulihan akun resmi mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Twitter.

Akun Trump diaktifkan kembali akhir pekan lalu, setelah mayoritas kecil responden mendukung langkah tersebut.

Poling di Twitter terbuka untuk semua pengguna dan tidak ilmiah, serta berpotensi menjadi sasaran akun dan bot palsu.

Selain itu, meskipun Musk memiliki 118 juta pengikut, namun banyak dari 450 juta pengguna aktif bulanan Twitter mungkin tidak pernah melihat pertanyaan jajak pendapat tersebut.

Baca juga: Elon Musk Tunda Peluncuran Kembali “Centang Biru” Twitter

Amnesti menyeluruh untuk akun yang ditangguhkan berpotensi mengkhawatirkan otoritas pemerintah. Otoritas mengawasi penanganan ujaran kebencian oleh Musk sejak dia membeli platform berpengaruh itu seharga US$ 44 miliar.

Itu juga bisa menakuti Apple dan Google, raksasa teknologi yang memiliki kekuatan untuk melarang Twitter dari toko aplikasi seluler mereka karena masalah konten.

Trump dilarang dari platform awal tahun lalu karena perannya dalam serangan 6 Januari 2022 di Capitol AS oleh massa pendukungnya, yang berusaha membatalkan hasil pemilu 2020.

Masa depan moderasi konten di Twitter telah menjadi perhatian yang mendesak. Para pengiklan besar menjauhi situs tersebut setelah peluncuran ulang yang gagal awal bulan ini.

Sementara itu tim yang bertanggung jawab menjaga aktivitas jahat dari situs telah dimusnahkan, korban PHK yang dipimpin Musk yang membuat setengah dari total karyawan meninggalkan perusahaan.

John Wihbey, profesor media di Universitas Northeastern, berspekulasi bahwa semua kekacauan itu mungkin karena Musk berusaha untuk “membeli waktu sendiri”.

Baca juga: Elon Musk Indikasikan Pabrik Baru di Asia, Korsel Kandidat Teratas

“Regulator pasti akan mengejarnya, baik di Eropa dan mungkin Amerika Serikat ... dan oleh karena itu banyak yang dia lakukan adalah mencoba membingkai pertarungan itu,” kata Wihbey.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com