Jumat, 15 Mei 2026

Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis Perpanjang Kenaikan Empat Hari Beruntun

Penulis : Indah Handayani
26 Nov 2022 | 07:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi bursa saham Eropa
Sumber: Antara
ilustrasi bursa saham Eropa Sumber: Antara

LONDON, investor.id – Saham-saham Inggris, Jerman dan Prancis berakhir di wilayah positif pada perdagangan Jumat (25/11/2022). Memperpanjang kenaikan untuk empat hari beruntun.

Saham-saham Inggris dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terangkat 20,07 poin (0,27%) menjadi menetap di 7.486,67 poin.

Indeks FTSE 100 terkerek 1,36 poin (0,02%) menjadi 7.466,60 poin pada Kamis (24/11/2022). Setelah menguat 12,40 poin (0,17%) menjadi 7.465,24 poin pada Rabu (23/11/2022). Bertambah 75,99 poin (1,03%) menjadi 7.452,84 poin pada Selasa (22/11/2022).

ADVERTISEMENT

Saham Smith & Nephew PLC, juga dikenal sebagai Smith+Nephew, sebuah perusahaan manufaktur peralatan medis multinasional Inggris meningkat 1,33 %, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Sedangkan saham-saham Jerman dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt menguat 1,82 poin (0,01%) menjadi menetap di 14.541,38 poin.

Indeks DAX 40 terangkat 111,97 poin (0,78%) menjadi 14.539,56 poin pada Kamis (24/11/2022). Setelah terkerek 5,24 poin (0,04%) menjadi 14.427,59 poin pada Rabu (23/11/2022). Bertambah 42,42 poin (0,29%) menjadi 14.422,35 poin pada Selasa (22/11/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 19 saham berhasil mencatat keuntungan, sementara 21 saham lainnya mengalami kerugian.

Saham RWE Aktiengesellschaft, sebuah perusahaan energi yang menghasilkan dan memperdagangkan tenaga listrik secara global meningkat 1,92%, menjadi top gainer dari saham  blue chips.

Sementara itu, saham-saham Prancis dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris bertambah 5,16 poin (0,08%) menjadi menetap di 6.712,48 poin.

Indeks CAC 40 menguat 28,23 poin (0,42%) menjadi 6.707,32 poin pada Kamis (24/11/2022). Setelah meningkat 21,56 poin (0,32%) menjadi 6.679,09 poin pada Rabu (23/11/2022). Terkerek 23,08 poin (0,35%) menjadi 6.657,53 poin pada Selasa (22/11/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak 21 saham berhasil membukukan keuntungan, sementara 17 saham menderita kerugian dan dua saham diperdagangkan tidak berubah.

Saham TotalEnergies SE, sebuah perusahaan energi dan perminyakan terintegrasi multinasional Prancis terangkat 1,07%, menjadi top gainer dari saham blue chips.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia