Jumat, 15 Mei 2026

Musk Beri Sinyal Twitter Akan Berperang dengan Apple

Penulis : Grace El Dora
29 Nov 2022 | 09:34 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Elon Musk dengan ponsel Apple dengan logo Twitter di latar belakang. (FOTO: OLIVIER DOULIER / AFP)
Ilustrasi Elon Musk dengan ponsel Apple dengan logo Twitter di latar belakang. (FOTO: OLIVIER DOULIER / AFP)

SAN FRANCISCO, investor.id – Pemilik Twitter Elon Musk melontarkan serangan kepada Apple terkait kontrol ketatnya atas aplikasi apa yang diizinkan di App Store. Ia mengatakan produsen iPhone itu mengancam akan menggulingkan platform media sosialnya yang baru diakuisisi.

Musk juga bergabung dengan seruan pelanggaran atas biaya 30% yang dikumpulkan Apple untuk transaksi melalui App Store, sebagai satu-satunya gerbang untuk konten digital untuk masuk ke perangkat seluler yang didambakannya.

Serangkaian cuitan yang dikeluarkan oleh Musk termasuk meme mobil dengan nama depannya di atasnya membelok ke jalan raya berlabel “Go to War”, alih-alih melanjutkan ke “Bayar 30%”.

ADVERTISEMENT

CEO miliarder itu juga mengunggah cuitan bahwa Apple telah mengancam untuk menahan Twitter dari App Store. “Tetapi tidak akan memberi tahu kami alasannya,” katanya, Selasa (29/11).

Apple tidak segera membalas permintaan komentar.

Agar diizinkan di toko aplikasi Apple dan Google, layanan jejaring sosial harus memiliki sistem yang efektif untuk memoderasi konten berbahaya atau kasar.

Tetapi sejak mengambil alih Twitter bulan lalu, Musk telah memangkas sekitar setengah dari tenaga kerja Twitter, termasuk banyak karyawan yang ditugaskan untuk memerangi disinformasi. Sementara itu sejumlah lainnya telah secara sukarela berhenti.

Dia juga telah memulihkan akun yang sebelumnya diblokir, termasuk akun mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Yoel Roth, mantan kepala kepercayaan dan keamanan di Twitter yang mundur setelah Musk mengambil alih, menulis di New York Times op-ed atau opini editor bahwa kegagalan untuk mematuhi pedoman Apple dan Google akan menjadi bencana besar bagi Twitter. “(Dan) risiko pengusiran dari toko aplikasi mereka,” tulisnya.

Menggambarkan dirinya sebagai mutlak kebebasan berbicara, Musk percaya bahwa Twitter harus mengizinkan unggahan apa pun yang diizinkan oleh hukum. Pada Senin (28/11) ia menggambarkan tindakannya sebagai revolusi melawan sensor daring di Amerika.

Meskipun Musk mengatakan Twitter melihat rekor keterlibatan tinggi dengan dia di pucuk pimpinan, pendekatannya telah mengejutkan penghasil uang utama perusahaan yakni para pengiklan.

Dalam beberapa minggu terakhir, setengah dari 100 pengiklan teratas Twitter telah mengumumkan bahwa mereka menangguhkan atau sebaliknya “tampaknya menghentikan iklan di Twitter”. Ini merupakan hasil analisis yang dilakukan oleh kelompok pengawas nirlaba Media Matters.

Musk pada Senin menuduh Apple juga kebanyakan berhenti beriklan di Twitter.

“Apakah mereka membenci kebebasan berbicara di Amerika?” tanyanya, sebelum membalas dengan cuitan yang menandai CEO Apple Tim Cook.

Pakar studi informasi di University of California di Los Angeles Sarah Roberts mengatakan kepada AFP bahwa Musk tidak mengerti bahwa Twitter itu sendiri adalah sebuah merek, memiliki cap.

“Sekarang perusahaan bahkan tidak ingin dikaitkan dengannya. Bahkan mereka tidak mengkhawatirkan kontennya. Twitter adalah merek yang tercemar, merek non grata yang tidak ingin dikaitkan dengan perusahaan,” tambahnya.

Musk pada Senin juga menyebut biaya Apple untuk transaksi melalui App Store sebagai “pajak 30% rahasia”.

Dia membagikan video yang dirilis tahun lalu oleh produsen Fortnite Epic Games yang menggambarkan Apple sebagai penindas dalam putaran mengejek pada iklan terkenal “1984” untuk komputer Macintosh.

Apple berselisih di pengadilan dengan Epic, yang berusaha mematahkan cengkeraman Apple di App Store, menuduh produsen iPhone mengoperasikan monopoli di tokonya untuk barang atau layanan digital.

Seorang hakim federal tahun lalu memerintahkan Apple untuk melonggarkan kendali atas opsi pembayaran App Store, tetapi mengatakan Epic gagal membuktikan bahwa pelanggaran antimonopoli telah terjadi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia