Saham Asia Pasifik Naik, Fed Beri Sinyal Laju Suku Bunga Melambat
TOKYO, investor.id – Pasar di Asia Pasifik dibuka lebih tinggi, melanjutkan optimisme di balik reli Wall Street di Amerika Serikat (AS). Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell mengonfirmasi kenaikan suku bunga yang lebih kecil dapat dimulai pada Desember 2022.
Nikkei 225 di Jepang naik 1,13% sedangkan Topix naik 0,25%. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,77% sedangkan S&P/ ASX 200 di Australia naik 0,82% pada perdagangan pagi Asia.
Di Tiongkok, analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Caixin/ Markit berada di level 48,9 untuk November, yang akan menandai kontraksi bulan ketiga berturut-turut.
Semalam di AS, indeks utama mengakhiri sesi lebih tinggi, dengan S&P mengakhiri penurunan beruntun tiga hari dan Dow Jones melompat 700 poin setelah komentar Powell.
PDB Korsel Konfirmasi Pertumbuhan
Produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan (Korsel) yang direvisi untuk kuartal III-2022 mengonfirmasi pertumbuhan sebesar 3,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Angka ini lebih tinggi dari ekspansi 2,9% yang terlihat pada kuartal II-2022.
Namun perekonomian mengalami pertumbuhan kuartalan yang lebih lambat sebesar 0,3% pada kuartal III-2022, menyusul pertumbuhan sebesar 0,7% pada periode sebelumnya.
Secara terpisah, pemerintah Korsel melaporkan defisit perdagangan sebesar US$ 7,01 miliar untuk November, melebihi ekspektasi sebesar US$ 4,42 miliar. Ini menandai bulan ketiga berturut-turut peningkatan defisit perdagangan didorong oleh ekspor yang lesu.
Ekspor menyusut 14%, lebih rendah dari perkiraan penurunan 11%. Sementara impor tumbuh lebih dari yang diharapkan sebesar 2,7%, menurut data awal dari badan bea cukai.
Powell Percaya Kebijakan Fed Menuju Soft Landing
Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan dirinya terus percaya pada jalan menuju pendaratan “lunak” (soft landing), bahkan jika jalan tersebut telah menyempit selama setahun terakhir.
“Saya ingin terus percaya bahwa ada jalan menuju pendaratan yang lunak atau melunak,” kata Powell di Brookings Institution, Kamis (1/12).
“Tugas kita adalah mencoba mencapainya, dan saya pikir itu masih bisa dicapai. Jika Anda melihat sejarahnya, itu bukan hasil yang mungkin, tapi saya hanya akan mengatakan ini adalah keadaan yang berbeda,” jelasnya.
Wall Street Melonjak Setelah Komentar Fed
Komentar Powell menunjukkan bank sentral akan memperlambat kenaikan suku bunga di masa depan segera setelah Desember memberikan tekanan pada tiga indeks utama.
S&P 500 melonjak 0,6% dari sebelumnya merah, menyusul berita dari Fed.
Dow hampir datar setelah diperdagangkan turun hampir sepanjang hari.
Komposit Nasdaq memanas dengan kenaikan hingga 1,3%.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






