Jumat, 15 Mei 2026

MRT Jakarta Pelajari Pengembangan Kawasan Transit di Jepang

Penulis : Grace El Dora
2 Des 2022 | 16:43 WIB
BAGIKAN
Direktur PT MRT Jakarta Tuhiyat saat melakukan kunjungan kerja di Tokyo, Jepang. (Foto: ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)
Direktur PT MRT Jakarta Tuhiyat saat melakukan kunjungan kerja di Tokyo, Jepang. (Foto: ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)

TOKYO, investor.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) mempelajari pengembangan kawasan berorientasi transit (transit oriented development/ TOD) di Jepang yang memungkinkan pergerakan masyarakat minim hambatan (seamless).

“Kami mempunyai kegiatan lanjutan untuk melakukan kunjungan langsung ke lapangan untuk melihat bagaimana implementasi transit oriented development di Tokyo sebagai benchmark (tolok ukur) kami,” kata Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat di Tokyo, Jumat (2/12).

Dia mengatakan untuk menciptakan TOD yang memungkinkan pergerakan minim hambatan, harus ada enam integrasi yang dilakukan yaitu integrasi fisik, manajemen, pembayaran, layanan, standar, dan data.

ADVERTISEMENT

“Ada enam integrasi yang mesti dilakukan untuk menciptakan seamless TOD seperti Jepang. Integrasi pertama itu integrasi fisik, seperti yang kita bangun, ada connecting bridge (jembatan), underground connection seperti yang kita lihat di Jepang,” tuturnya.

Namun, kata Tuhiyat, untuk integrasi dan pengembangan fisik membutuhkan waktu yang cukup lama.

Dia menambahkan bahwa Jepang sudah berpengalaman mengembangkan TOD selama 65 tahun, sementara MRT Jakarta baru memulai.

Integrasi kedua, kata dia, adalah integrasi manajemen yang bertanggung jawab mengendalikan arus publik di titik-titik TOD. Dengan demikian, ini memungkinkan pergerakan menjadi mulus karena dikendalikan satu manajemen sesuai dengan amanat Presiden RI Joko Widodo.

Integrasi ketiga adalah pembayaran, kata Tuhiyat, sedang dikembangkan baik oleh MRT maupun oleh TransJakarta dan Jaklingko Indonesia.

“Kemudian integrasi layanan itu harus satu standar internasional. Sehingga bisa memberikan kepuasan bagi pelanggan dan integrasi data harus ada satu big data digital dan kita baru start,” katanya.

Selain itu upaya integrasi harus melibatkan pemerintah dan sektor swasta, kata dia.

Tuhiyat mengakui bahwa pembangunan TOD MRT Jakarta di enam stasiun yakni Stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Blok M, Asean, Istora Senayan, dan Dukuh Atas mengalami keterlambatan dalam pembangunan fase 1 MRT.

“Seharusnya membangun track railway dibarengi dengan pembangunan TOD. Kawasan ke utara fase 2 mungkin east (dan) west itu kita akan bareng pembangunannya supaya tidak terlambat,” katanya.

Sebab, kata dia, pertambahan penumpang (ridership) diawali dengan adanya pembangunan kawasan sehingga orang bisa lebih mudah menjangkau stasiun.

Dalam kesempatan sama, Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud mengaku optimistis pihaknya bisa mewujudkan TOD yang minim hambatan seperti di Jepang.

“Kalau di Jepang bisa, di Indonesia pasti bisa. Indonesia perlu waktu pembelajaran bagi publik terkait praktik, baik yang diterapkan di luar negeri dan itu bisa diterapkan di Indonesia,” ujar Mahfud.

Menurut Farchad, pengembangan TOD memiliki dampak kultural yang akan mengubah kebiasaan orang sehingga publik harus dibuat nyaman terlebih dahulu dan dengan sendirinya akan memberikan dukungan.

“Mungkin ke depannya kita bisa (membuat) entrance (pintu masuk) stasiun MRT menyatu dengan gedung, tapi perlu pengelolaan secara hati-hati,” katanya.

Sementara itu CEO Oriental Consultant Global Yonezawa Eiji, yang menangani berbagai konsultasi pembangunan TOD di Jepang dan sejumlah negara Asia Tenggara termasuk Indonesia dengan MRT Jakarta, menyoroti sejumlah peluang dan tantangan dalam pembangunan TOD di Jakarta.

Sejumlah peluang, menurutnya, adalah pembangunan MRT yang sedang berjalan, perbaikan konektivitas lainnya, kesadaran publik terhadap gaya hidup sehat, dan peraturan terkait TOD.

Sementara tantangan-tantangan yang dihadapi di antaranya adalah pusat kota yang sudah terbangun dan terlalu banyak titik konsentrasi, gaya hidup masyarakat yang bergantung dengan kendaraan pribadi terutama mobil, serta langkah pengendalian pasar lahan yang lemah.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia