Jumat, 15 Mei 2026

Pemenang Nobel: “Tidak Ada Solusi Diplomatik” untuk Perang Ukraina

Penulis : Grace El Dora
5 Des 2022 | 08:58 WIB
BAGIKAN
Irina Shcherbakova (tengah), sejarawan Rusia dan anggota dewan kelompok hak asasi Memorial dan penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2022, berpose dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz (kanan) dan pembawa acara Julia-Niharika Sen (kiri). Shcherbakova dianugerahi Penghargaan Marion D
Irina Shcherbakova (tengah), sejarawan Rusia dan anggota dewan kelompok hak asasi Memorial dan penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2022, berpose dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz (kanan) dan pembawa acara Julia-Niharika Sen (kiri). Shcherbakova dianugerahi Penghargaan Marion D

HAMBURG, investor.id – Tidak ada prospek untuk mengakhiri perang dengan negosiasi di Ukraina, menurut Irina Scherbakova, salah satu pendiri Memorial organisasi hak asasi pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Rusia.

“Saya sangat yakin bahwa tidak ada solusi diplomatik dengan rezim Putin, selama (rezim) itu masih ada,” kata Scherbakova di Hamburg, Jerman pada Minggu (4/12).

Komentarnya datang saat dia diberikan penghargaan lain untuk pekerjaannya selama bertahun-tahun, yang membuat katalog kejahatan era Stalinis dan berkampanye tentang masalah hak asasi manusia (HAM) di negara asalnya.

ADVERTISEMENT

Kanselir Jerman Olaf Scholz menyerahkan Hadiah Marion Doenhoff kepada Scherbakova, memujinya sebagai sekutu dalam perjuangan untuk masa depan Eropa yang damai, bebas, dan demokratis.

Pujian Scherbakova datang setelah serangan Rusia ke Ukraina, yang berarti tujuan itu tampaknya semakin jauh dari sebelumnya.

Kurangnya harapan untuk solusi diplomatik adalah pesan tragis, kata Scherbakova.

“Solusi (konflik) yang sekarang akan ada adalah solusi militer,” katanya.

Diplomasi pada akhirnya akan berperan dalam menyelesaikan konflik, menurut spekulasinya.

“Tetapi keputusan ini, diplomasi ini hanya akan terjadi ketika Ukraina yakin telah memenangkan perang ini dan dapat menetapkan persyaratannya,” katanya.

Seruan tergesa-gesa untuk perdamaian adalah kekanak-kanakan, katanya. Pihaknya menambahkan bahwa segala sesuatunya tidak akan kembali seperti semula sebelum pecahnya konflik.

“Perang ini telah membalikkan banyak hal, tidak akan pernah seperti itu lagi,” katanya.

Masa Depan yang Lebih Baik

Sekarang berbasis di Jerman, Scherbakova mengatakan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan saat ini dalam keadaan yang sangat sulit, untuk mendokumentasikan kejahatan perang.

Sementara beberapa rekannya dari Memorial juga melarikan diri ke luar negeri, banyak yang terus bekerja di bawah banyak tekanan di negara itu, katanya.

“Tugasnya sekarang adalah menunjukkan kepada orang-orang bahwa ada Rusia yang lain, yang tidak diam,” tegasnya.

Organisasi Scherbakova, Memorial, akan diberikan Hadiah Nobel Perdamaian di Oslo pada 10 Desember mendatang.

Kelompok itu dianugerahi hadiah bersama dengan sesama juru kampanye Pusat Kebebasan Sipil di Ukraina dan aktivis Belarusia, Ales Bialiatski.

Salah satu organisasi kebebasan sipil Rusia terkemuka, Memorial telah bekerja selama beberapa dekade untuk menyoroti teror dari era diktator Soviet Joseph Stalin, sekaligus mengumpulkan informasi tentang penindasan politik yang sedang berlangsung di Rusia.

Grup yang didirikan pada 1989 itu ditutup paksa oleh pengadilan Rusia pada akhir 2021 dan Scherbakova meninggalkan Moskow setelah serangan ke Ukraina.

Upaya Scherbakova menunjukkan jalan “masa depan yang lebih baik untuk Rusia”, kata Scholz, bahkan jika prospeknya tampaknya masih tidak mungkin.

Perang tidak akan berakhir dengan kemenangan bagi ekspansionisme Rusia Raya, kata Scholz. Ia berulang kali dikritik karena tidak berbuat lebih banyak untuk mendukung upaya perang Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah gagal secara dramatis dalam tujuan perangnya, kata Scholz.

Namun Rusia akan “masih ada” setelah konflik berakhir, tekan Scholz.

“Itulah mengapa sangat penting bahwa dalam periode ini kami mendukung orang-orang Rusia yang berdiri untuk Rusia yang berbeda, lebih baik, dan lebih cerah,” katanya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia