Jumat, 15 Mei 2026

Batas Harga Minyak Rusia Diuji, Berikut Fakta yang Meliputinya

Penulis : Grace El Dora
5 Des 2022 | 10:14 WIB
BAGIKAN
Kapal tanker minyak Seychelles Pioneer menjadi sasaran protes aktivis lingkungan Greenpeace karena dilaporkan membawa minyak Rusia di Pelabuhan Antwerpen, Belgia pada 10 April 2022, di tengah serangan Rusia ke Ukraina. (FOTO: JASPER JACOBS / BELGA / AFP)
Kapal tanker minyak Seychelles Pioneer menjadi sasaran protes aktivis lingkungan Greenpeace karena dilaporkan membawa minyak Rusia di Pelabuhan Antwerpen, Belgia pada 10 April 2022, di tengah serangan Rusia ke Ukraina. (FOTO: JASPER JACOBS / BELGA / AFP)

BRUSSEL, investor.id – Batas harga minyak Rusia yang disetujui oleh Uni Eropa (UE), G7, dan Australia mulai berlaku hari ini. Sanksi ini bertujuan untuk membatasi pendapatan Rusia, sambil memastikan negara itu tetap memasok minyak ke pasar global. Berikut ini sejumlah fakta yang meliputinya.

Embargo dan Batas Harga

Batas tersebut akan berlaku bersamaan dengan embargo UE pada pengiriman minyak mentah Rusia melalui laut, yang terjadi beberapa bulan setelah embargo yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

Rusia adalah pengekspor minyak mentah terbesar kedua di dunia, sehingga tanpa batas itu pun Rusia akan mudah menemukan pembeli baru dengan harga pasar.

ADVERTISEMENT

Langkah itu berarti hanya minyak yang dijual dengan harga sama dengan atau kurang dari US$ 60 per barel yang dapat terus dikirim.

Perusahaan yang berbasis di UE yakni negara-negara G7 dan Australia akan dilarang menyediakan layanan yang memungkinkan transportasi laut, seperti asuransi, dengan harga minyak di atas harga US$ 60 per barel.

Negara-negara G7 yakni Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) menyediakan layanan asuransi untuk 90% kargo dunia dan UE merupakan pemain utama dalam angkutan laut.

Ini berarti mereka harus dapat memberikan batas atas kepada mayoritas pelanggan Rusia di seluruh dunia, membuat batas harga yang kredibel.

Ada masa transisi, dan batas atas tidak akan berlaku untuk kargo yang dimuat sebelum 5 Desember, sementara batas lebih lanjut untuk produk minyak akan mulai berlaku pada 5 Februari 2023.

Dampak Pasar

Barat telah mengadopsi batas US$ 60, jauh di atas biaya produksi minyak saat ini di Rusia, sehingga Kremlin akan memiliki insentif untuk terus memompa minyak mentah. Rusia akan terus memperoleh pendapatan, meskipun berkurang.

Rusia harus mempertahankan minat untuk menjual minyaknya atau berisiko mengurangi pasokan global dan menyebabkan harga melonjak, kata seorang pejabat Eropa. Ia tidak percaya ancaman dari pemerintah Rusia untuk menghentikan pengiriman ke negara-negara yang mematuhi batas tersebut.

Pejabat itu mengatakan Rusia akan tetap peduli untuk menjaga keadaan infrastrukturnya, yang akan rusak jika produksi dihentikan. Sekaligus akan tetap menjaga kepercayaan pelanggannya, terutama Tiongkok dan India.

Para ahli khawatir tentang lompatan ke hal yang tidak diketahui dan mengawasi reaksi negara-negara penghasil minyak utama dan sekutunya (OPEC+).

“Kami akan menjual minyak dan produk minyak ke negara-negara yang akan bekerja sama dengan kami dalam hal pasar, bahkan jika kami harus mengurangi produksi,” kata Wakil Perdana Menteri (PM) Rusia Alexander Novak setelah konferensi video OPEC+ pada Minggu (4/12).

“Kami saat ini sedang mengerjakan mekanisme untuk melarang penggunaan alat pembatasan harga di tingkat mana pun,” tambah Novak. Ia memperingatkan bahwa pembatasan hanya dapat menyebabkan destabilisasi pasar lebih lanjut.

Tetapi Komisi Eropa menegaskan pembatasan itu akan membantu menstabilkan pasar dan secara langsung menguntungkan ekonomi baru dan negara berkembang, yang akan dapat memperoleh minyak mentah Rusia dengan biaya lebih rendah.

Harga pasar satu barel minyak mentah Ural Rusia saat ini berkisar sekitar US$ 65 dolar per barel, menunjukkan tindakan tersebut mungkin hanya berdampak terbatas dalam jangka pendek.

Pihak Ukraina menyarankan pada Sabtu (3/12) bahwa batas seharusnya ditetapkan lebih rendah lagi, dengan alasan bahwa level US$ 60 tidak cukup untuk menghukum Kremlin.

Batasan yang Dapat Direvisi

Batas tersebut akan ditinjau mulai pertengahan Januari 2023 setiap dua bulan. Akan ada opsi untuk mengubahnya sesuai dengan perubahan harga. Prinsipnya, batas atas minimal 5% di bawah rata-rata harga pasar.

Revisi apa pun akan membutuhkan persetujuan G7, Australia, dan UE.

Efektivitas

Semua negara diundang untuk secara resmi bergabung dengan langkah-langkah tersebut. Negara-negara yang tidak mengadopsinya dapat terus membeli minyak Rusia di atas batas harga, tetapi tanpa menggunakan layanan Barat untuk memperoleh, mengasuransikan, atau mengangkutnya.

“Kami memiliki sinyal yang jelas bahwa sejumlah negara berkembang, khususnya di Asia, akan mematuhi prinsip-prinsip pembatasan tersebut,” kata seorang pejabat Eropa. Ia menambahkan bahwa Rusia sudah di bawah tekanan dari pelanggannya untuk menawarkan diskon.

Akan sangat rumit untuk menemukan alternatif layanan yang disediakan oleh perusahaan Eropa, yang mendominasi transportasi dan asuransi kapal tanker, kata pejabat itu. Pengganti yang diimprovisasi, termasuk asuransi untuk tumpahan minyak, akan sangat berisiko, katanya.

Risiko

Setiap negara UE dan G7 harus memantau perusahaan yang berbasis di wilayahnya. Jika sebuah kapal yang mengibarkan bendera negara ketiga diidentifikasi membawa minyak Rusia dengan harga di atas batas, operator Barat akan dilarang mengasuransikan dan membiayainya selama 90 hari.

Sementara Rusia dapat tergoda untuk membuat armada kapal tankernya sendiri, mengoperasikan dan mengasuransikannya sendiri, Komisi Eropa percaya membangun ekosistem maritim dalam semalam akan sangat rumit. Di sis lain, tindakan semacam itu dapat menimbulkan kesulitan meyakinkan pelanggan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia