Jumat, 15 Mei 2026

Apple dan Amazon Lanjutkan Iklannya di Twitter

Penulis : Grace El Dora
5 Des 2022 | 10:56 WIB
BAGIKAN
Tampilan logo Twitter di kantor pusat perusahaannya di San Francisco, California, Amerika Serikat pada 27 Oktober 2022. (Foto: Reuters/Carlos Barria)
Tampilan logo Twitter di kantor pusat perusahaannya di San Francisco, California, Amerika Serikat pada 27 Oktober 2022. (Foto: Reuters/Carlos Barria)

SAN FRANCISCO, investor.id – Amazon.com dan Apple berencana untuk melanjutkan iklan di platform media sosial Twitter, menurut laporan media. Perkembangan tersebut mengikuti surel yang dikirim oleh manajemen Twitter pada Kamis (1/12) ke biro iklan, yang menawarkan insentif kepada pengiklan untuk meningkatkan pengeluaran mereka di platform tersebut.

Ini menjadi upaya untuk memulai bisnis Twitter setelah pengambilalihan oleh Elon Musk mendorong banyak perusahaan untuk mundur dan berhenti beriklan.

Twitter menagih tawaran itu sebagai insentif pengiklan terbesar yang pernah ada di Twitter, menurut surel yang ditinjau oleh Reuters.

ADVERTISEMENT

Pengiklan Amerika Serikat (AS) yang membukukan US$ 500.000 dalam pengeluaran tambahan akan memenuhi syarat agar pengeluaran mereka, disesuaikan dengan nilai tambah 100% hingga batas US$ 1 juta, kata surel tersebut.

Pada Sabtu (3/12), reporter Platformer News mengunggah cuitan bahwa Amazon berencana melanjutkan iklan di Twitter sekitar US$ 100 juta per tahun sambil menunggu beberapa perubahan keamanan pada platform iklan perusahaan tersebut.

Namun, sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Amazon tidak pernah berhenti beriklan di Twitter.

Secara terpisah selama percakapan Twitter Spaces, Musk mengumumkan bahwa Apple adalah pengiklan terbesar di Twitter dan telah sepenuhnya melanjutkan periklanan di platform, menurut laporan Bloomberg.

Bulan pertama Musk sebagai pemilik Twitter mencatat pemotongan staf termasuk karyawan yang bekerja pada moderasi konten dan insiden spammer yang menyamar sebagai perusahaan publik besar. Langkah ini langsug menakuti industri periklanan.

Banyak perusahaan dari General Mills hingga produsen mobil mewah Audi dari America menghentikan atau menghentikan iklan di Twitter sejak akuisisi. Musk mengatakan pada November bahwa perusahaan tersebut telah mengalami penurunan pendapatan besar-besaran.

Hingga berita ini ditayangkan, Apple dan Twitter tidak segera memberi tanggapan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia