Jumat, 15 Mei 2026

Beijing dan 50 Kota Lain di Tiongkok Hapus Syarat Tes PCR

Penulis : Grace El Dora
7 Des 2022 | 10:51 WIB
BAGIKAN
Sejumlah warga mengantre tes PCR massal di salah satu kompleks permukiman di Distrik Chaoyang, Beijing, Tiongkok pada 29 November 2022. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Sejumlah warga mengantre tes PCR massal di salah satu kompleks permukiman di Distrik Chaoyang, Beijing, Tiongkok pada 29 November 2022. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)

BEIJING, investor.id – Otoritas Beijing dan 50 kota lain di Tiongkok menghapus persyaratan tes PCR bagi warga setempat, setelah gelombang pandemi Covid-19 mereda.

Mulai Selasa (6/12), warga Beijing tidak lagi diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif tes PCR sebelum memasuki toserba, perkantoran, tempat parkir, dan fasilitas umum lainnya, demikian pengumuman dari otoritas lokal.

Warga hanya perlu memindai kode kesehatan melalui ponsel masing-masing sebelum memasuki tempat-tempat tersebut.

ADVERTISEMENT

Namun, beberapa tempat hiburan seperti kafe dan bar masih memberlakukan persyaratan tes negatif PCR yang dilakukan dalam 48 jam.

Demikian pula dengan restoran, yang masih mewajibkan tes negatif PCR 48 jam dan memindai kode kesehatan bagi pengunjung yang akan makan dan minum di tempat tersebut.

Sebelumnya, otoritas Beijing juga sudah tidak lagi mensyaratkan tes negatif PCR kepada pengguna kendaraan umum, seperti bus, kereta metro, taksi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA) Mao Ning mengatakan kebijakan anti Covid-19 dalam beberapa tahun terakhir adalah upaya memberikan perlindungan maksimal kepada warga. Langkah itu juga, menurutnya, akan meminimalkan dampak pandemi terhadap pembangunan sosial ekonomi, mengurangi mengorbankan waktu berharga guna memahami virus berdasarkan sains, dan memperbanyak jangkauan vaksinasi.

“Faktanya, pendekatan Tiongkok terhadap Covid-19 selama beberapa tahun terakhir sudah benar, berbasis sains, dan efektif,” ujarnya, Rabu (7/12).

Kebijakan nol kasus Covid-19 di Tiongkok, terutama dengan timbulnya lonjakan kasus baru-baru ini, telah menimbulkan gejolak sosial di berbagai kota termasuk di Beijing, Shanghai, dan Nanjing.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia