Jumat, 15 Mei 2026

Tiongkok Diprediksi Pulih dari Pandemi pada Pertengahan 2023

Penulis : Grace El Dora
12 Des 2022 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Massa memadati tempat tes PCR di pinggir jalan di Distrik Chaoyang, Beijing, Tiongkok pada 3 Desember 2022, hingga menimbulkan antrean panjang. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Massa memadati tempat tes PCR di pinggir jalan di Distrik Chaoyang, Beijing, Tiongkok pada 3 Desember 2022, hingga menimbulkan antrean panjang. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)

BEIJING, investor.id – Pakar ternama penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan atas Prof. Zhong Nanshan memperkirakan wilayah selatan Tiongkok bakal pulih dari pandemi Covid-19 pada paruh pertama 2023.

Namun sebelum itu, wilayah yang menjadi pintu masuk arus kedatangan internasional tersebut bakal mengalami puncak gelombang kasus Covid-19 pada Januari-Februari 2023, demikian Zhong kepada pers, dilansir Senin (12/12).

Peneliti senior tersebut bersama timnya yang baru menyelesaikan penilaian terhadap perkembangan Covid-19 terkini itu mengingatkan pentingnya pencegahan tingkat keparahan yang disebabkan oleh virus dengan menggalakkan vaksinasi.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, biasanya dibutuhkan waktu dua pekan bagi vaksin untuk bekerja secara efektif dalam upaya mencegah meluasnya penularan selama musim mudik liburan Tahun Baru Imlek.

Zhong juga menganggap varian Omicron tidak mengerikan, karena 99% kasus dapat disembuhkan dalam tempo tujuh hingga 10 hari.

Dengan menganalisis kasus di beberapa kota besar di Tiongkok, Zhong mengungkapkan bahwa tingkat keparahan Omicron kurang dari 1%.

Walau begitu, dia mengingatkan pandemi Covid-19 belum berakhir kecuali patogen yang berkurang drastis.

“Inilah tren masa depan evolusi virus corona,” katanya.

Zhong menambahkan bahwa tidak tepat menggunakan tingkat kematian dari daerah lain untuk memperkirakan ratusan ribu orang akan meninggal di daratan Tiongkok karena gelombang kasus terakhir.

“Saya tidak percaya hal itu akan terjadi. Tingkat vaksinasi di Tiongkok daratan telah mencapai 68,86%. Memang ini tidak cukup, tetapi mampu mencegah kematian dalam skala besar,” katanya.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (NHC) pada Sabtu (10/12) mencatat 2.338 kasus positif dan 8.477 kasus tanpa gejala di seluruh pelosok wilayah negeri itu. Pada hari yang sama, data NHC mencatat 39.391 pasien positif masih mendapatkan perawatan dan observasi medis.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia