Jumat, 15 Mei 2026

PM Taiwan Kecam Tiongkok Atas Larangan Impor Baru

Penulis : Grace El Dora
12 Des 2022 | 13:31 WIB
BAGIKAN
Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang berbicara selama sesi di Parlemen di Taipei, Taiwan pada 1 Maret 2022. (Foto: AFP/Sam Yeh)
Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang berbicara selama sesi di Parlemen di Taipei, Taiwan pada 1 Maret 2022. (Foto: AFP/Sam Yeh)

TAIPEI, investor.id – Perdana Menteri (PM) Taiwan menuduh pemerintah Tiongkok melanggar aturan perdagangan internasional dan telah diskriminasi terhadap pulau itu, setelah menghentikan lebih banyak impor Taiwan.

Menurut Kementerian Keuangan Taiwan, otoritas pabean Tiongkok tiba-tiba menangguhkan impor minuman beralkohol tertentu dari pulau itu pada akhir pekan lalu.

Dikatakan, langkah itu terkait dengan peraturan yang diberlakukan pemerintah Tiongkok pada 1 Januari 2022 yang mewajibkan semua eksportir makanan dan minuman beralkohol ke daratan untuk terdaftar di bea cukai Tiongkok. Beberapa perusahaan Taiwan masih dalam peninjauan.

ADVERTISEMENT

PM Su Tseng-chang menuduh otoritas Tiongkok melanggar norma Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dengan dalil membuat peraturannya sendiri dan mencampuri perdagangan melalui sarana administratif.

“(Tiongkok) sangat keras terhadap Taiwan dan terutama mendiskriminasi Taiwan ... Mereka telah meminta Taiwan untuk melakukan ini dan melakukan itu,” katanya, dilansir dari AFP Senin (12/12).

Pemerintah Taiwan berencana untuk mengajukan banding ke WTO dan akan membantu bisnis yang terkena dampak, tambahnya.

Di sisi lain, pemerintah Tiongkok mengklaim Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri yang demokratis sebagai bagian dari wilayahnya untuk diambil suatu hari nanti, jika perlu dengan cara paksa.

Pemerintah Tiongkok telah meningkatkan tekanan militer, diplomatik, dan ekonomi terhadap pulau itu sejak pemilihan Presiden Tsai Ing-wen 2016. Sebelumnya otoritas daratan telah melarang impor produk lain dari pulau itu karena hubungan memburuk.

“Mendengar bahwa #PRC melarang beberapa produk dari #Taiwan lagi, termasuk bir kami,” unggah Menteri Luar Negeri (Menlu) Taiwan Joseph Wu di media sosial Twitter pada Minggu (11/12), menggunakan tagar “FreedomBeer”.

“Paksaan ekonomi tentu saja. Tapi mereka tidak tahu apa yang mereka lewatkan: cita rasa kebebasan yang luar biasa,” tambahnya.

Pihak berwenang Tiongkok memberlakukan larangan baru pada impor buah dan ikan tertentu sebagai pembalasan atas kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taipei pada Agustus. Aksi itu memicu tanggapan berang dari Tiongok yang segera melakukan serangkaian latihan militer besar di sekitar Taiwan.

Setahun sebelumnya, impor nanas dihentikan setelah otoritas Tiongkok mengklaim telah menemukan hama dalam pengiriman, tepat saat panen tahunan sedang berlangsung.

Pejabat Taiwan mengatakan sekitar 2.400 aplikasi pendaftaran dari perusahaan makanan, pengolahan makanan, perikanan, dan alkohol tidak dapat diselesaikan. Sekitar 600 aplikasi akan diajukan kembali, sementara sisanya diperkirakan akan dibatalkan.

Kantor Berita Pusat semi resmi Taiwan melaporkan sebanyak 11 dari 28 produk bir dan penyulingan yang didaftarkan oleh eksportir Taiwan telah ditangguhkan sejak Jumat (9/12), mengutip pernyataan bea cukai Tiongkok.

Perusahaan yang terkena dampak termasuk Taiwan Tobacco & Liquor Corp. yang dikelola negara. Pengiriman 123 dari 354 item minuman lainnya juga telah dihentikan, termasuk dari raksasa makanan Taiwan Uni-President Enterprises, kata laporan itu.

Taiwan menjual minuman senilai US$ 250 juta dan produk alkohol senilai US$ 43,4 juta ke Tiongkok tahun lalu, menurut data resmi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia