Kamis, 14 Mei 2026

AS Kini Luncurkan UU Membatasi Akses Huawei ke Bank

Penulis : Grace El Dora
14 Des 2022 | 17:30 WIB
BAGIKAN
Surat yang membentuk nama produsen peralatan telekomunikasi dan ponsel pintar Tiongkok Huawei terlihat selama Huawei Connect di Shanghai, Tiongkok pada 23 September 2020. (Foto: REUTERS/Aly Song/File Foto)
Surat yang membentuk nama produsen peralatan telekomunikasi dan ponsel pintar Tiongkok Huawei terlihat selama Huawei Connect di Shanghai, Tiongkok pada 23 September 2020. (Foto: REUTERS/Aly Song/File Foto)

WASHINGTON, investor.id – Anggota parlemen Amerika Serikat (AS) telah memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) bipartisan untuk memberi sanksi kepada perusahaan teknologi Tiongkok Huawei dan perusahaan 5G Tiongkok, membatasi mereka untuk mengakses bank AS.

RUU tersebut diperkenalkan oleh senator Republik Tom Cotton dan didukung oleh anggota parlemen seperti Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer, seorang Demokrat.

Pihaknya berusaha memberikan sanksi berat kepada Huawei dan produsen 5G Tiongkok lainnya yang “tidak dapat dipercaya”, yang menurut mereka terlibat dalam spionase ekonomi terhadap AS.

ADVERTISEMENT

RUU itu akan menambahkan entitas-entitas ini ke Daftar Warga Negara yang Ditunjuk Khusus (SDN) Departemen Keuangan, yang secara efektif membekukan sistem keuangan AS.

Huawei tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

“Tiongkok dengan tegas menentang generalisasi konsep keamanan nasional AS (dan) penyalahgunaan kekuasaan negara untuk menekan perusahaan Tiongkok,” kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Kamis (14/12).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin mengatakan pada jumpa pers reguler bahwa pemerintah Tiongkok akan dengan tegas melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan negara tersebut, setelah anggota parlemen AS memperkenalkan RUU bipartisan.

Anggota parlemen AS telah mencoba mengekang akses Huawei ke bank-bank AS di masa lalu, mengusulkan undang-undang serupa pada 2020 ketika Presiden Donald Trump menjabat.

“Kami telah membuat langkah besar dalam beberapa tahun terakhir di dalam dan luar negeri dalam memerangi upaya jahat Huawei untuk mendominasi 5G dan mencuri data orang Amerika,” kata Cotton dalam sebuah pernyataan pada Selasa (13/12).

“Kami tidak dapat mengizinkan Huawei dan Partai Komunis Tiongkok untuk memiliki akses ke data pribadi orang Amerika dan sistem pertahanan paling sensitif negara kami,” tambahnya.

Pada Oktober, jaksa AS mendakwa dua pejabat intelijen Tiongkok mencoba merusak penyelidikan Huawei. Kedua warga negara Tiongkok itu telah berusaha merekrut seorang agen penegak hukum AS untuk bekerja sebagai mata-mata mereka, tetapi perekrutan tersebut sebenarnya bekerja sebagai agen untuk AS, kata jaksa penuntut.

Bulan lalu, Komisi Komunikasi Federal AS mengadopsi aturan yang melarang peralatan telekomunikasi baru dari Huawei.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia