Kamis, 14 Mei 2026

Jepang Tetapkan Chip Baterai Sebagai Bahan Penting Strategis

Penulis : Grace El Dora
20 Des 2022 | 18:20 WIB
BAGIKAN
Chip semikonduktor pada papan sirkuit komputer. (Foto: ANTARA/REUTERS/Florence Lo/as)
Chip semikonduktor pada papan sirkuit komputer. (Foto: ANTARA/REUTERS/Florence Lo/as)

TOKYO, investor.id – Pemerintah Jepang pada Selasa (20/12) menetapkan 11 barang utama, termasuk semikonduktor, baterai, dan unsur logam, sebagai bahan penting strategis. Dengan demikian, persediaannya perlu diamankan secara stabil bahkan pada saat keadaan darurat.

Masalah ketahanan rantai pasokan untuk sumber daya strategis, yang terkait langsung dengan keamanan ekonomi. Tetapi kebergantungan yang besar pada sumber dari luar negeri telah menjadi sorotan pemerintah Jepang, di tengah meningkatnya pengaruh Tiongkok dan serangan Rusia ke Ukraina.

Penetapan oleh Kabinet Jepang itu didasarkan pada undang-undang promosi keamanan ekonomi yang diberlakukan pada Mei tahun ini.

ADVERTISEMENT

Para pemasok bahan-bahan penting tersebut akan memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan keuangan investasi modal dan pencadangan, dengan persetujuan menteri.

Bahan-bahan penting lain yang ditetapkan adalah gas alam dan pupuk, yang harganya melonjak sejak Rusia melancarkan perangnya di Ukraina. Obat antibakteri juga menjadi bahan penting strategis, yang diperlukan untuk operasi dan pengobatan penyakit menular.

Selain itu ada peralatan mesin, robot industri, suku cadang pesawat, peralatan terkait kapal, komputasi awan, dan magnet permanen.

Kelangkaan semikonduktor melanda berbagai industri global, termasuk otomotif, setelah dimulainya kembali aktivitas ekonomi normal saat dunia keluar dari pandemi virus corona.

Penetapan bahan-bahan penting tersebut dilakukan saat Jepang mencoba memulihkan lokasi-lokasi manufaktur domestik, sambil mengamankan bahan dan perangkat manufaktur yang diperlukan.

Undang-undang promosi keamanan ekonomi Jepang terdiri dari empat pilar. Antara lain mengamankan pasokan barang-barang penting secara stabil, mendukung pengembangan teknologi utama, menyaring layanan infrastruktur dasar, dan menahan paten tertentu yang terkait dengan produk teknologi sensitif dari pandangan publik.

Pemerintah Jepang meyakini bahwa kerja sama dengan negara-negara sekutu dan mitra yang berpikiran sama akan sangat penting, karena negara itu tidak akan mampu sendiri membangun rantai pasokan yang tangguh untuk barang-barang penting strategis.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 43 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 52 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia